Ini Layanan Angkutan Laut Jakart-Surabaya-Jakarta yang Efisien

- , 23/03/2016, 18:57

*

Paket tersebut merupakan paket layanan "terminal to terminal" yang dihadirkan dengan harga maupun waktu tempuh yang cukup kompetitif, jika dibandingkan dengan moda transportasi darat, seperti truk maupun kereta api.

Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang maritim, mengurangi beban angkutan di darat serta menurunkan biaya logistik, maka PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bersama-sama dengan PT Pelindo III berinisiatif untuk bersinergi mempromosikan angkutan laut melalui "Paket Promosi Angkutan Laut Jakarta-Surabaya-Jakarta".
"Dengan paket promosi tersebut, diharapkan distribusi barang Jakarta-Surabaya atau sebaliknya yang saat ini sekitar 90 persen masih menggunakan moda transportasi darat dapat secara bertahap beralih ke transportasi laut," ujar Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Ari Henryanto
Menurut dia, paket tersebut merupakan paket layanan "terminal to terminal" yang dihadirkan dengan harga maupun waktu tempuh yang cukup kompetitif, jika dibandingkan dengan moda transportasi darat, seperti truk maupun kereta api.

"Harga yang ditawarkan melalui paket promosi tersebut sebesar Rp 2 juta untuk pengiriman kontainer berukuran 20 feet (ft)," ucapnya.
Biaya tersebut sudah meliputi biaya pengapalan dan biaya di terminal asal maupun bongkar muat sampai dengan kontainer di atas truk berikut biaya penumpukan masa satu atau hari pertama sampai ketiga tidak dikenakan tarif jasa penumpukan, terangnya.

Program paket promosi tersebut, kata Ari juga didukung oleh lima perusahaan pelayaran nasional, yaitu PT Meratus Line, PT Salam Pacific Indonesia Line, PT Caraka Tirta, PT Tanto Intim Line, dan PT Tempuran Emas Line.

Jadwal Rutin Keberangkatan
Ari menuturkan, untuk memberikan kepastian kepada pemilik barang dalam pelaksanaan program paket promosi ini, baik pihak pelabuhan maupun kelima perusahaan pelayaran sama-sama berkomitmen memberikan kepastian pengoperasian kapal dengan jadwal rutin serta kepastian lokal penyandaran di terminal pelabuhan.

"Paket tersebut akan menjadi salah satu alternatif pilihan pengguna jasa atau pemilik barang dalam melakukan kegiatan pendistribusian barangnya dengan harga yang sangat kompetitif," ujarnya.

Menurut dia, mengingat saat ini sebagian besar distribusi barang dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya masih banyak menggunakan moda transportasi darat, maka untuk tahap awal jadwal rutin mingguan yang tersedia sebagai berikut.

Pertama dari PT Tantom Line yang mempunyai jadwal berangkat dari Jakarta setiap Selasa, sampai di Surabaya pada Kamis dan berangkat dari Jakarta setiap Sabtu kemudian sampai Surabaya pada Senin.
Selanjutnya yang kedua dari PT Tempuran Emas Line, memiliki jadwal berangkat dari Jakarta setiap hari Minggu, sampai di di Surabaya pada Senin, selanjutnya berangkat Surabaya pada Jumat dan sampai di Jakarta pada Sabtu.

Ketiga dari PT Salam Pacific Indonesia Lines yang jadwal berangkatnya dari Jakarta setiap 8 sampai 10 hari sekali.
Keempat adalah PT Meratus Lines yang mempunyai jadwal berangkat dari Jakarta setiap Rabu dan sampai di Surabaya pada Kamis.
Selanjutnya yang terakhir PT Caraka Tirta, memiliki jadwal berangkat dari Jakarta pada Sabtu kemudian sampai di Surabaya pada Senin dan jadwal dari Surabaya ke Jakarta setiap 12 hari sekali.

Ari menuturkan, apabila program tersebut dapat terealisasi dengan baik serta mendapat dukungan pemerintah terutama terkait harga BBM, maka ke depan akan dimungkinkan untuk dapat disediakannya jadwal layanan kapal yang lebih banyak dan rutin.

"Ini harus melibatkan pelabuhan-pelabuhan lainnya seperti Semarang, Panjang (Lampung), dan Palembang yang tentunya dikemas dalam paket promosi yang berbeda, namun terintegrasi," tukasnya.

Ia berharap, melalui pelaksanaan progaram paket tersebut, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai moda transportasi laut, khususnya jasa kepelabuhanan.

"Penggunaan transportasi darat yang selama ini mendominasi pola distribusi barang di Indonesia, sedikit demi sedikit dapat dialihkan ke transportasi laut untuk menurunkan biaya logistik serta meningkatkan perekonomian dan daya saing produk Indonesia melalui pendayagunaan laut," ucap Ari.

This news does not have any tags yet.