Kereta Pelabuhan Bantu Kurangi Dwell Time di Priok

- , 29/03/2016, 18:02

*

Pihak Bea Cukai dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) perlu bersama-sama menyelesaikan regulasi sehingga kereta pelabuhan dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok

Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memangkas waktu dwell time untuk peti kemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Hingga saat ini, kereta pelabuhan sudah diuji dan dipastikan dapat beroperasi mendukung bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya menilai pengoperasian kereta pelabuhan nantinya bisa memangkas dwell time menjadi 2-3 hari karena peti kemas bisa langsung dibawa keluar area pelabuhan ke arah kawasan industri. Proses pemeriksaan dilakukan di area kawasan industri, Cikarang Dry Port.

"Kereta sudah selesai, sudah diuji coba. Sekarang sudah bisa jalan. Administratifnya yang harus kita bicarakan dengan PT KAI dan Kalog," jelas Deputi II Kordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono saat jumpa pers seusai rapat kordinasi mengenai Dwelling Time di Gedung Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, (18/03/2016).

Kereta pelabuhan nantinya akan membawa peti kemas dari Stasiun Jakarta International Container Terminal (JICT) di area Pelabuhan Priok sampai ke Cikarang Dry Port (CDP). Namun beberapa pihak yang terlibat dalam proyek ini masih perlu berkoordinasi tentang perjanjian kerja sama.
"Kontainer dengan kereta pelabuhan akan sampai ke Cikarang Dry Port (CDP). Ketiga pihak ini harus berbicara untuk menyelesaikan kerja samanya seperti apa," ujar Agung.

Agung mengakui masih ada kendala administratif dalam pengoperasian kereta pelabuhan. Pihak Bea Cukai dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) perlu bersama-sama menyelesaikan regulasi sehingga kereta pelabuhan dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kereta pelabuhan belum menjadi bagian administratif dari Jakarta International Container Terminal (JICT) ini. Bea Cukai akan berpartisipasi untuk penyelesaian regulasinya. Kalau kereta tidak masuk JICT akan ada dua pembukuan. Kereta pelabuhan menjadi bagian dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di JICT," ujar Agung.

This news does not have any tags yet.