Lookman Djaja, Gandeng 2 BUMN Bangun Logistics Park pada Bulan Juni 2016

- 22/03/2016, 17:46
PT Lookman Djaja, melalui bisnis unitnya Lookman Djaja Land, mengandeng dua BUMN logistik untuk bekerjasama dalam pemanfaatan fasilitas kawasan pergudangan yang terintegrasi dengan fasilitas kereta api di Karawang, Jawa Barat.

Lookman Djaja, penyedia jasa transportasi, berencana membangun stasiun kereta api yang terintegrasi dengan pergudangan di Karawang, Jawa Barat.
Kyatmaja Lookman, Direktur Utama PT Lookman Djaja, mengungkapkan perusahaan ingin membangun sebuah kawasan integrated train logisticpark dengan tujuan menurunkan biaya distribusi barang di Pulau Jawa.

“Tujuan kita buat ini memang untuk menurunkan biaya. Pasti angkutan di Jawa tidak akan sama lagi,” ujarnya, pada Indonesia Shipping Gazette.
Kyatmaja Lookman, Direktur Utama PT Lookman Djaja, mengatakan dua BUMN tersebut adalah anak usaha PT Pos Indonesia (Persero), PT Pos Logistik Indonesia dan PT BhandaGhara Reksa (Persero).

“Mereka salah satu yang akan hadir di logistic park kita, termasuk Bhanda Ghara Reksa,” ujarnya.
Untuk tahap awal, dia mengaku perusahaannya akan bekerja sama dengan BUMN dulu. Namun, Lookman Djaja Land tetap terbuka terhadap kerja sama dengan pihak swasta yang ingin membangun fasilitas gudang di wilayah tersebut.
“Swasta pasti menyusul. BUMN dulu baru swasta,” ujarnya. Sejak digulirkan rencana ini, dia menuturkan pihak swasta yang tertarik untuk mengisi kawasan logistik terintegrasi ini antara lain yaitu Iron Bird dan SGL.

Jika kerja sama ini berhasil, dia mengatakan ini akan menjadi proyek percontohan kerja sama Swasta-BUMN. Selain itu, pembangunan logistic park yang terinterasi dengan jalur kereta api ini sejalan dengan rencana pemerintah menjalankan kereta khusus di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Pertanyaannya kemarinkan, dari Tanjung Priok akan diturunkan di mana? Selama ini, masuknya kereta yang diuntungkan Cikarang Dry Port, tapi Pelindo II gigit jari. Dengan ini, akan ada kompetisi sehat,” ungkapnya.

Lookman Djaja Land yang akan membangun stasiun kereta api di kawasan ini juga bisa menangkap muatan kereta api khusus dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Dia menambahkan logistic park ini akan menjadi opsi, bagi pemilik barang yang mengeluarkan barangnya menggnakan kereta dari pelabuhan. “Yang ujung-ujungnya penurunan harga logistik.”
Rencananya, dia berharap peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas ini dapat dilaksanakan Juni 2016 ini. Berkaitan dengan lahan, dia mengaku perusahaan telah membebaskan 99% lahan di kawasan tersebut. “Lahan sudah kita kuasai 99%,” ujarnya.

Dia menambahkan dukungan pemerintah dan PT KAI cukup baik. Bahkan pada 26 Februari yang lalu, Lookman Djaja telah mengadakan rapat dengan PT KAI guna menindaklanjuti kerjasama integrasi rel kereta api dengan kawasan logistik ini.
Yan Hendry Jauwena, Direktur Solusi Bisnis PT Pos Logistik Indonesia, menilai Kyatmaja Lookman menawarkan satu masterplan solusi land transportation baru, yakni logistic integrated park yang berbeda dari fasilitas serupa yang ada di pasaran.
Menurutnya, PT Pos Logistik Indonesia tertarik karena lokasi kawasan yang sangat dekat dengan fasilitas jalur kereta api. “Yang kami lakukan integrasi hub kami di area Pak Kyat. Hub kami bisa buat di sana,” ujarnya.

rencana ini juga sejalan dengan rencana perusahaan yang ingin mengeksplorasi transportasi moda darat lain dengan jalur kereta. “Ini langkah strategis untuk menyediakan solusi bagi customer.”
Terkait kebutuhan lahan, PT Pos Logistik Indonesia memerlukan tidak kurang dari 10.000-20.000 meter persegi. Namun, dia mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian harga dari pihak Lookman Djaja Land.