Pelabuhan Merauke Target Tumbuh Dua Kali Lipat

- 24/03/2016, 21:00
Menurut rencana, dalam sebulan Temas akan melakukan tiga call dengan rute pelayaran dari Jakarta-Surabaya-Timika-Merauke-Makassar dan kembali lagi berlayar ke wilayah barat Indonesia.

PT Pelindo IV (Persero) Cabang Merauke menargetkan pertumbuhan lapangan penumpukkan petikemas menjadi 2.800 TEUs atau sebanyak dua kali lipat setiap bulan, dari kondisi sebelumnya yang rerata hanya 1.200 hingga 1.400 TEUs per bulan.
General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Merauke, Syafrullah mengatakan target tersebut seiring masuknya perusahaan pelayarann PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (Temas Group) sejak 5 Maret 2016.

“Selama ini, aktivitas pengiriman barang dari Pelabuhan Merauke hanya dilayani oleh satu perusahaan pelayaran, yaitu PT SPIL dengan empat hingga lima call atau kunjungan kapal dalam sebulan. Tetapi, awal Maret ini sudah masuk Temas dan itu diharapkan bisa meningkatkan aktivitas di Pelabuhan Merauke menjadi dua kali lipat dari biasanya, atau menjadi 2.800 TEUs per bulan,” terang Syafrullah.

Menurut rencana, dalam sebulan Temas akan melakukan tiga call dengan rute pelayaran dari Jakarta-Surabaya-Timika-Merauke-Makassar dan kembali lagi berlayar ke wilayah barat Indonesia.

Dia menyebutkan, Temas rencananya menyiapkan 12 armada kapal untuk memperlancar angkutan barangnya dari Pelabuhan Merauke. Namun lanjut dia, saat ini baru enam armada Temas yang selesai dan siap melayani angkutan barang dari dermaga pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke tersebut.
Syafrullah menambahkan, saat ini Pelabuhan Merauke memiliki lahan seluas 1,2 hektare dengan kapasitas seaway (dermaga) rerata 2-3 susun, yang diharapkan selalu bertumbuh antara 10% hingga 15% per tahun.

Bangun Pelabuhan Tanjung Merah
Di cabang Bitung, PT Pelindo IV (Persero) mengestimasi pertumbuhan Pelabuhan Bitung mencapai 7% hingga 10% per tahun, sehingga berencana membangun pelabuhan di lokasi baru pada 2025 mendatang.

Kepala Biro Perencanaan dan Strategi Perusahaan PT Pelindo IV, Kusmahadi Setya Jaya mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengembangkan Pelabuhan Bitung dengan menambah panjang dermaga dan mereklamasi seaway. Namun, melihat aktivitas di pelabuhan yang berlokasi di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut yang cukup padat, maka pihaknya berencana membangun Pelabuhan Bitung di lokasi baru, yaitu di Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Bitung, Sulawesi Utara.
“Nantinya, pelabuhan yang akan diberi nama Pelabuhan Tanjung Merah Bitung itu akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung karena berdampingan langsung,” ujar Kusmahadi.

Di lokasi baru tersebut, Pelabuhan Tanjung Merah Bitung ini bakal memiliki panjang dermaga 1.000 meter dengan daya tampung lapangan penumpukkan petikemas sebanyak 1,5 juta TEUs per tahun.

Meski baru dalam tahap skenario pengembangan, tetapi kata Kusmahadi rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Merah Bitung tersebut diestimasi bakal menelan investasi antara Rp5 triliun hingga Rp7 triliun, dengan jangka waktu pembangunan selama kurang lebih 3 hingga 4 tahun.

Terkait sumber dana, dia menyebutkan Pelindo IV memiliki empat alternatif sumber dana khusus untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Merah Bitung, yaitu menggunakan dana internal perusahaan, dana eksternal atau pinjaman dari bank, obligasi dan pilihan ke empat yaitu melalui pinjaman luar negeri atau Global Born.

“Tahun ini kan rencananya Pelindo IV akan mengeluarkan obligasi. Untuk jumlahnya, tergantung kebutuhan nanti. Sementara itu, tahun depan atau 2017 mendatang kami juga berencana melantai di bursa dengan melakukan penjualan perdana saham umum atau Initial Public Offering (IPO),” tukasnya.