Pelindo IV Mulai Gencar Direct Call

- , 22/04/2016, 18:12

*

Dengan direct call ini, pengusaha Papua juga dapat menghemat waktu pengiriman 10 hari dan hemat biaya hampir US$300 hingga US$600 per kontainer
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Doso Agung bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, akhirnya resmi melepas pelayaran langsung (direct call) ekspor perdana dari Papua menuju ke China, dengan memberangkatkan 40 kontainer komoditas kayu olahan pada Sabtu, 9 April 2016.

Doso Agung mengatakan melalui ekspor dan impor langsung dari dan ke Papua, akan mampu meningkatkan indeks perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Papua. “Dengan direct call ini, pengusaha Papua juga dapat menghemat waktu pengiriman 10 hari dan hemat biaya hampir US$300 hingga US$600 per kontainer,” kata Doso Agung seperti dikutip bisnis.com, Minggu (10/4/2016).

Sementara itu, dalam nota kesepahaman (MoU) terkait direct call yang telah ditandatangani antara Pememerintah Daerah Papua dengan Pelindo IV juga tertuang rencana peningkatan kerjasama di bidang ekspor impor dan pengembangan kepelabuhanan di wilayah Papua. Saat ini, jumlah komoditas ekspor langsung dari Papua masih berkisar rerata 40 kontainer per minggu.

Pelindo IV berkeyakinan bahwa ke depan jumlah itu akan dapat ditingkatkan, melalui pengembangan potensi ekspor komoditas lainnya di masa mendatang seperti produk ikan beku, hasil laut olahan dan rumput laut.

Pelabuhan Makassar
Sebelum Papua, BUMN kepelabuhan wilayah timur Indonesia ini juga melakukan direct call perdana pada 5 Desember 2015 dari dan ke Pelabuhan Makassar.
Ada lima kapal milik perusahaan pelayaran SITC Countainer Lines Co.Ltd yang membawa barang atau komoditas asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlayar dari Pelabuhan China, Filipina dan Singapura.

Kondisi tersebut katanya, sesuai dengan harapan Pelindo IV dan Pemerintah Provinsi Sulsel yang nantinya akan membangun interkonektivitas dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk kegiatan ekspor impor.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan & Agribisnis Kadin Sulsel, Ilham Alim Bachrie mengatakan direct call Makassar-Hongkong yang diprakarsai oleh Pelindo IV telah membawa keuntungan, baik bagi pemerintah daerah maupun para pengusaha di wilayah ini.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan yang didapat pemda maupun pengusaha dari pelayaran langsung Internasional tersebut.
Di antaranya dan yang pasti, cost atau biaya yang dikeluarkan tidak lagi membengkak karena barang yang diekspor bisa langsung ke negara tujuan. Selain itu, barang atau komoditas yang dikirim juga tidak lagi terlalu lama di perjalanan.

Dari segi pendapatan daerah, dengan adanya direct call ini secara otomatis devisa dalam bentuk Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) akan langsung masuk ke wilayah ini. “Selama ini, sebelum ada direct call, yang dapat PEB dari barang yang kita kirim adalah Surabaya. Karena, barang dari Makassar harus melalui Surabaya dulu baru kemudian dikirim ke negara tujuan, sehingga PEB-nya masuk ke Surabaya,” katanya.

Ilham juga mengatakan dengan adanya direct call tersebut, tak hanya ekspor yang dimudahkan, tetapi juga impor barang yang akan masuk ke Makassar juga akan menjadi lebih mudah. Dengan begitu, masyarakat Sulsel bisa menikmati barang-barang dari luar negeri dengan harga yang cukup murah.

This news does not have any tags yet.