Percepat Pembangunan SKPT, KKP Dorong Investasi dan Kerjasana Ekonomi

- 22/06/2016, 16:35
Dari sisi pembiayaan dan investasi perlu dukungan dari Bank-bank Nasional dan bank swasta nasional lainnya

Dalam rangka mempercepat pembangunan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 15 lokasi seluruh Indonesia, pemerintah memerlukan kebijakan, program dan kegiatan yang mendorong tumbuhnya bisnis yang berkelanjutan. Disamping itu perlu dilakukan promosi dan sosialisasi ke semua pihak dalam rangka untuk menarik investor untuk menanamkan modalnya di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.
Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Marine and Fisheries Business and Investment Forum yang merupakan rangkaian kegiatan reguler tiap bulan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Forum ini bertujuan untuk mengembangkan investasi dan kerjasama ekonomi di lokasi Pembangunan SKPT pada 15 (lima belas) pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan Indonesia serta untuk memperkuat kemitraan antar pelaku usaha”, kata Menteri Susi saat membuka Marine and Business Forum, Senin (13/6) di Gedung Mina Bahari IV.
Dengan mengusung tema”Improving Competitiveness Through Enhancing Business Linkages”, diharapkan KKP dapat lebih kompetitif dalam memperluas jaringan kerja sama untuk mewujudkan pesan nawa cita Presiden Joko Widodo, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perikanan dan perkapalan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Pulau-pulau terluar memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia”, jelas Susi.
Namun, jaraknya yang jauh dari pusat-pusat aktivitas ekonomi, ditambah dengan infrastruktur yang kurang memadai, menyebabkan kawasan ini seringkali tertinggal dengan kota-kota lain di luar Jawa.
Lokasi pembangunan SKPT adalah Simeulue, Natuna, Mentawai, Nunukan, Tahuna, Morotai, Biak Numfor, Sangihe, Rote Ndao, Moa, Saumlaki, Tual, Sarmi, Timika dan Merauke.
“Untuk mewujudkan sentra bisnis terpadu memerlukan dukungan penuh dari kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan stakeholders lainnya. Dari sisi pembiayaan dan investasi perlu dukungan dari Bank-bank Nasional dan bank swasta nasional lainnya”, lanjut Susi.
Selain itu, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai BUMN dan Swasta juga diharapkan dapat disalurkan ke 15 lokasi tersebut guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah.(mj)