GCL, DARI LEADING KONSOLIDATOR MENUJU TOTAL LOGISTICS PROVIDER

Damas Jati - 26/09/2017, 12:03

Surya Kencana, Direktur Gateway Container Line





Setelah 10 tahun hadir dalam kancah bisnis forwarding, Gateway Container Line (GCL) telah menunjukkan perkembangan yang fantastis. Seakan tidak terpengaruh oleh krisis dan lesunya perdagangan, Gateway tetap menunjukkan kinerja baik serta pertumbuhan yang menjanjikan, baik dari market share maupun kinerja keuangan.


Bahkan, pada tahun lalu (2016), yang dikenal sebagai tahun krisis di mana sebagian besar bisnis transportasi pada umumnya mengalami kelesuan, Gateway tetap mengalami pertumbuhan double digit, meningkat 15% dari tahun sebelumnya. Di tahun yang sama, perusahaan yang secara resmi berdiri pada tahun 2008 ini begitu confident dan berani memutuskan untuk membangun gedung sendiri. Sehingga, memasuki semester ke-2  tahun 2017, Gateway mulai berkantor di gedung baru berlantai empat.


“Alhamdulilah kita sudah menempati gedung baru milik sendiri,” Surya Kencana, Direktur Gateway Container Line mengekspresikan rasa gembira atas pencapain perusahaan dalam sebuah obrolan terkait kinerja Gateway dengan Indonesia Shipping Gazette baru-baru ini.


Pencapain tersebut, menurut Surya tidak terlepas dari pilihan yang dijadikan menjadi core bisnis. Dari sekian banyak layanan dalam jasa kegiatan forwarding dan logistic yang dimiliki, GCL telah menjatuhkan pilihannya pada jasa konsolidasi sebagai main focus. Tentu tidak berarti layanan lainnya di nomor duakan.


“Kami juga memberikan layanan  pada jasa air freight, warehousing, trucking, domestic distribution, dan customs clearance (brokerage). Tetapi, hingga saat ini, bisnis konsolidasi masih memberikan kontribusi terbesar terhadap perusahaan,” jelas Surya. 


Kontribusi layanan konsolidasi terhadap pendapatan total perusahaan begitu besar. Menurut Surya, kontribusi pemasukan dari kegiatan konsolidasi mencapai 70 bahkan 80% dari total pemasukan GCL.


“Memang sejak awal, sesuai dengan visi kami ‘To Be the Foremost Consolidation Company in Indonesia’, GCL menjadikan layanan konsodiasi sebagai yang terutama. Dan kami sangat confident tanda-tanda perwujutan visi tersebut mulai terlihat.”


“Layanan konsolidasi kami sudah sangat optimal,” Jelas Surya.


Apalagi, kepercayaan customer terhadap GCL semakin besar, yang tercermin dalam trend pertumbuhan marketnya. Pada tahun 2017, GCL rata-rata menghandle kurang lebih 60 Teus (twenty feet equivalent uni)/minggu, total dari kargo LCL (less than container load) dan FCL (Full Container Load). Bahkan pada pertengahan Juni, menjelang Hari Raya Idul Fitri, GCL menghandle 94 teus dalam satu minggu, sebuah record dalam sejarah Gateway.




Fasilitas Memadai, Network Luas


Didukung oleh fasilitas yang memadai termasuk kantor pusat yang baru dan kantor-kantor cabang yang tersebar di pusat-pusat bisnis terkemuka di Indonesia dan kantor-kantor cabang di luar negeri serta standard pelayanan yang bertaraf internasional melalui pemenuhan ISO 9001 : 2008 pada tahun 2013 dan ISO 9001 : 2015 pada tahun 2017, GCL memberikan layanan yang luas hampir pada semua rute perdagangan internasional.


“Kantor cabang dan pusat layanan kami ada di centra-centra bisnis di Indonesia. Disamping itu, kami memiliki beberapa agent di luar negeri,” jelas Surya.


Tercatat, saat ini, GCL memiliki beberapa kantor cabang di beberapa pusat industry di Indonesia, termasuk di Semarang (Central Java), Surabaya (East Java), Bandung (West Java), Medan (North Sumatera), and Soekarno Hatta Airport (Banten), and Cikarang (West Java). Di samping itu, GCL juga memiliki project office yang berlokasi di Jakarta.


Sementara itu, untuk di luar negeri, GCL memiliki beberapa kantor cabang, termasuk di Thailand, India, Vietnam, Philippines, and China.


“Kantor-kantor cabang inilah yang mendukung layanan kami hampir ke seluruh dunia,” jelas Surya.


Saat ini, GCL memberikan layanan konsolidasi (direct consol) baik untuk ekspor maupun impor dengan coverage hampir ke seluruh dunia.


Untuk layanan ekspor antara lain seperti dari Jakarta menuju kawasan South East Asia (Bangkok, Haipong, Ho Chi Minh, Manila, Singapore, Port Kelabg), Indian Sub Continent (Colombo, Karachi, Nhava Sheva, Chennai), Middle East (Dubai/Jebel Ali, Kuwait, Jeddah, Dammam, China & Korea (Hong Kong, Shanghai, Pusan), North Europe (Hamburg, Southampton, Felixtowe, Le Havre, Roterdam, Barcelona).


Disamping itu, GCL juga melayani konsolidasi export via transshipment di beberapa leading transshipment port/points seperti Singapore, Hong Kong, Pusan, Dubai, and Hamburg.


Sedangkan untuk layanan direct console import ke Jakarta, GCL melayani import hampir dari seluruh dunia juga, termasuk dari South East Asia (Bangkok, Ho Chi Minh, Haipong, Singapore, Port Kelang, and Manila); China (Shanghai, Qingdao, Xiamen, Xingang, and Shenzen); Hong Kong; Indian Sub Continent (Nhava Sheva, Chennai); Europe (Hamburg, Rotterdam); Korea (Busan); and Taiwan (Keelung).


“Untuk ekspor, dibanding wilayah lain, Middle East memberikan kontribusi terbesar, sedangkan untuk impor, intra Asia yang paling besar,” jelas Surya terkait rute mana yang paling memberikan kontribusi terbesar.


“Memang dari segi nilai, margin rute Eropa lebih bagus. Akan tetapi, karena akhir-akhir ini volume perdagangan ke Eropa lagi lesu, jadinya semua rute memberikan margin yang kompetitif,” katanya.


Di samping fasilitas di atas, kegiatan layanan GCL juga didukung oleh fasilitas gudang dan truking yang cukup memadai.




Optimalisasi Menuju Total Logistics Provider


Surya mengakui hingga saat ini kegiatan konsolidasi telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap GCL. Untuk ke depannya, corporate telah memiliki komitment untuk mengoptimalkan peran unit bisnis lainnya, termasuk layanan trucking (inland transportation), air freight, warehousing (packing and delivery), dan customs brokerage.


“Layanan-layanan ini sebenarnya sudah lama ada. Hanya saja memang belum optimal. Karena itu, mulai tahun ini kami akan mengoptimalkan semua layanan-layanan ini,” jelasnya.


Untuk divisi trucking, optimalisasi ini akan dilakukan dengan penambahan jumlah armada. Dalam waktu dekat, jelasnya, GCL akan menambah 4 mobil box baru, untuk mendukung layanan trucking yang saat ini dilayani oleh 5 unit trailer dan 4 mobil box.


“Jika pasarnya terus berkembang, tahun depan kami akan tambah lagi,” jelasnya.


Unit bisnis lain yang selama ini belum tergarap dengan optimal seperti air freight, pergudangan, customs clearance, dan domestic distribution akan menjadi target untuk dioptimalkan.


Apalagi, kontribusi unit-unit bisnis ini masih terbilang kecil, baru mencapai sekitar 20% terhadap total pemasukan perusahaan. “Kita berharap dalam 3-5 tahun ke depan, kontribusi unit-unit ini bisa mendekati kontribusi dari unit bisnis konsolidasi,” kata Surya.


Jika semua unit bisnis ini sudah bisa menunjukkan kinerja yang optimal, harapan untuk menjadi sebuah perusahaan logistic dengan label total logistics provider bisa terwujud. “Nantinya kita akan dengan confident menyampaikan ke customer bahwa kita bisa menghandle semua termasuk konsolidasi, customs clearance, storage, trucking, and delivery atau distribusi dari central point di Tanjung Priok misalnya ke seluruh daerah di Indonesia atau sebaliknya,” tegas Surya.  




Fokus dan komitment, Key Strategy


Untuk mewujudkan hal tersebut, tidak ada strategi khusus selain focus dan komitment. Fokus untuk tetap me-maintain layanan konsolidasi yang menurut Surya sudah mencapai titik optimal dan focus untuk mengembangkan dan mengoptimalkan unit-unit bisnis sebagaimana yang disebutkan di atas.


Sementara di sisi lain akan terus berkomitment untuk memberikan layanan terbaik kepada customer.
“Itulah dua strategi kunci yang akan kami lakukan dalam mewujudkan apa yang menjadi mimpi kami. Tentu saja dukungan doa ada di atas segalanya,” kata Surya.