Jaringan Narkoba Manfaatkan Minimnya Pengawasan Lalu Lintas Antar Pulau

- 31/03/2017, 19:16
Minimnya proses pemeriksaan lalu lintas transportasi antara pulau terus dimanfaatkan oleh para jaringan pengedar narkotika . Hal tersebut tercermin dari lolosnya proses pengiriman 1 kg shabu dari Pelabuhan Pontianak ke Tanjung Priok baru-baru ini. Untungnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok mampu mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku dengan barang bukti 1kg shabu dengan total nilai mencapai Rp 1.5 miliar.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Moh Dafi Bastomi, didampingi Kasat Narkoba AKP A Rian Faozi dan Kasubag Humas Iptu Sutrisno di Mako Polres setempat, pada Kamis (30/3/2017) menjelaskan para pelaku merupakan bagian dari Malaysia-Pontianak-Jakarta.

Dalam kasus ini sudah diringkus tiga tersangka masing masing A, P dan T dan berapa nama dijadikan DPO. Mereka dibidik dengan UU No 35 Tahun 2009 pasal 144 (2) Sub 112 (2) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling tinggi Rp 10 miliar.

Kasus ini bermula saat Polres Pelabuhan mendapat laporan pada 23 Maret , jaringan Malaysia-Pontianak-Jakarta akan memasukkan shabu menggunakan KM Fajar Bahari 3 melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Selanjutnya Unit Timsus Sat Resnarkoba pimpinan AKP Rian Faozi melakukan penyelidikan terhadap KM Fajar Bahari 3 di Dermaga 005 Pelabuhan Tanjung Priok dan mencurigai truk Puso B9400 UPA yang keluar dari KM Fajar Bahari 3.

Kemudian tim melakukan penangkapan terhadap kendaraan Puso yang dikemudikan tersangka A. Saat diperiksa ditemukan tas hitam berisi dua kemasan berisi shabu dengan total berat 1 kg disimpan di chasis kendaraan.

Tersangka A mengaku menerima titipan dari tersangka P di Pontianak dengan upah Rp3,5 juta sekali jalan dan sudah dijalaninya dua kali. Petugas kemudian menangkap tersangka P dan T. Sementara seorang lagi initial (Iw) masih buron dan sudah dimasukkan dalam DPO.

Menurut Wakapolres kasus ini akan terus dikembangkan antara lain ke Pontinak untuk menelusuri sekaligus menangkap pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.