Kemenhub Dorong Optimalisasi Penggunaan Angkutan Penyeberangan

Eko Nugroho - 24/11/2017, 13:00

TANGERANG (23/11) - Kementerian Perhubungan cq Ditjen Perhubungan Darat mendorong optimalisasi penggunaan angkutan penyeberangan baik jarak dekat maupun jarak menengah dan jauh.


Menurut Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat, upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban jalan, angka kecelakaan, polusi, kemacetan, serta menunjang kemacetan lalu lintas.


"Diantaranya di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, Bali, dan Lombok dan mendukung pengalihan angkutan logistik dan angkutan penyeberangan jarak jauh," tegas Hindro saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Perhubungan Darat Tahun 2017 di Tangerang, Kamis (23/11/2017).


Hindro mengungkapkan, pengaturan dan pengendalian kendaraan yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan dimaksudkan untuk mewujudkan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran.


Saat ini terdapat 278 Lintas Penyeberangan di Indonesia, yang terdiri dari 55 Lintas Penyeberangan Komersial dan 223 Lintas Penyeberangan Perintis.


"Harus sama-sama kita sadari bahwa angkutan penyeberangan perlu didukung baik dari pemerintah maupun stakeholder terkait guna meningkatkan kinerja dan layanan," papar Hidnri.


Ada tiga peraturan yang disosialisasikan terkait angkutan penyeberangan, diantaranya Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 103 Tahun 2017 tentang Pengaturan dan Pengendalian Kendaraan yang Menggunakan Jasa Angkutan Penyeberangan, PM 104 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan, dan PM 107 Tahun 2017 tentang Kewajiban Pelayanan Angkutan Penyeberangan Jarak Jauh.


Kegiatan Sosialisasi dihadiri 60 peserta yang terdiri dari BPTD di seluruh Indonesia, Dinas Perhubungan di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Operator Angkutan Penyeberangan.


"Saya harap sosialisasi peraturan baru di Angkutan Penyeberangan ini menjadi warna baru terhadap pelaksanaan implementasi Angkutan Penyeberangan di Indonesia," tutur Hindro.


Seperti diketahui, saat ini pelaksanaan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan telah berjalan dan pertumbuhannya cukup tinggi, terutama pada angkutan penyeberangan.


Penggunaan kapal RoRo memberikan kemudahan pada angkutan penyeberangan. Untuk jarak jauh saat ini terdapat rute Pelabuhan Surabaya-Lembar dan Tanjung Priok-Panjang.