Pemerintah Siap Beri Insentif Untuk Industri Furniture Berorientasi Ekspor

- , 20/04/2017, 16:55

*

Pameran Furniture Internasional Indonesia (IFEX) 2017 di arena Pekan Raya Jakarta dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu, 11 Maret, dengan mengajak pengusaha mengatasi tantangan bersama-sama.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan pemerintah terus mendorong upaya penguatan industri, terutama berkaitan dengan pengembangan produktivitas dan ekspor.

Dalam sambutan peresmian acara itu, Presiden mengatakan masih banyak masalah yang perlu diselesaikan bersama antara pemerintah dengan pengusaha.
“Menurut saya, semakin banyak kita bertemu baik dari asosiasi, dengan menteri-menteri maupun dengan saya. Saya kira masalah-masalah itu akan bisa kita selesaikan dengan baik,” ujar Presiden.

Sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah, salah satunya menurut Jokowi adalah memberikan sejumlah insentif bagi beberapa industri untuk mendongkrak nilai ekspor.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan dirinya akan berdiksusi dengan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri BUMN serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif untuk membahas masalah yang berkaitan dengan SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) serta perpajakan.

“Industri ini menggunakan bahan baku 100 persen dari Indonesia. Kedua, serap tenaga kerja banyak sekali. Ketiga, ekspor yang menghasilkan devisa. Ini tiga hal penting di industri ini, mebel dan kerajinan, gede sekali,” kata Jokowi terkait potensi industri mebel domestik.

Hasil positif pameran
Pameran Furniture (mebel dan kerajinan) terbesar atau IFEX (Indonesia International Furniture Expo), yang berlangsung selama 4 hari, dari 11 – 14 Maret lalu kembali mencatatkan hasil positif bagi perkembangan industri mebel tanah air.
 
Pameran yang diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) ini mendapatkan sambutan positif dari para ekshibitor dan buyers.
Menurut Ketua Umum HIMKI, Soenoto, industri mebel merupakan salah satu industri penting yang menberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. “Industri mebel dan kerajinan merupakan salah satu industri yang mampu menghasilkan devisa, menyerap tenaga kerja, dan membawa citra positif bangsa di kancah internasional,” ujar Soenoto dalam siaran pers, Kamis (23 Maret).

Pelaksanaan pameran IFEX, menurutnya, merupakan salah satu medium yang tepat untuk memperkenalkan keunggulan produk Indonesia ke publik dunia. IFEX merupakan pameran business-to-business (B2B) yang rutin digelar oleh HIMKI untuk menunjukkan perkembangan industri ini, baik dari sisi inovasi desain, bahan baku, maupun teknologi.

Dari tahun ke tahun pameran ini terbukti sukses mencuri perhatian buyers dan pemain indusri mebel dan kerajinan dunia. Pada tahun ini, panitia mencatat selama empat hari pameran ini berhasil dikunjungi oleh 11.225 buyer. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 9.140 orang. Panitia mencatat lima negara dengan jumlah buyer dan visitors terbesar adalah dari negara China, Australia, USA, India dan Netherlands.
Sementara itu, nilai on-the-spot transaction yang berhasil dicatatkan pada pameran IFEX tahun ini tercatat senilai US$300 juta, sementara follow-up transaction mencapai US$ 700 juta, sehingga total transaksi keseluruhan sesuai target yaitu USD 1 milyar.

Soenoto menyatakan pihaknya akan terus membenahi sistem penyelenggaraan pameran agar terus menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para ekshibitor, buyers, dan pengunjung selama berkunjung ke area pameran.

“Kami sadar masih banyak yang perlu kami perbaiki dan ini menjadi perhatian penting kami. Pameran seperti ini merupakan ajang penting untuk memperlihatkan kemajuan industri mebel kita kepada dunia internasional,” ujar Soenoto.

This news does not have any tags yet.