Sinergi Pelayaran Swasta Nasional - BUMN Wujudkan Program Tol Laut

Martinus Job - 03/11/2017, 05:36

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan adanya sinergi antara operator pelayaran swasta nasional dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam pelaksanaan program Tol Laut.


Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengungkapkan, sinergi yang dibangun itu dengan cara pemanfaatan ruang muat pelayaran swasta nasional.


Menurutnya, kapal-kapal tol laut milik BUMN tidak perlu mengambil muatan bahan pokok dari pelabuhan asal (origin) seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak.


"Dengan begitu akan terjadi penghematan anggaran subsidi tol laut bisa lebih dari 20 persen atau sekitar Rp 70 miliar. Program tol laut nantinya juga akan berjalan lebih optimal dan sukses," kata Carmelita dalam keterangan resmi, Jumat lalu (27 Oktober).


Menurut Carmelita, usulan itu sudah disampaikan langsung dalam pertemuan antara Kadin dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, belum lama ini.


“Dengan peran swasta yang lebih besar, kami mendukung Pak Jokowi agar program tol laut benar-benar berhasil," lanjut Carmelita.


Kadin juga mencatat beberapa rute dan pelabuhan tol laut yang yang bersinggungan dengan trayek yang telah dilayani pelayaran swasta nasional yant melewati Pelabuhan Bau Bau, Manokwari, Dobo , Merauke, Nabire, Serui, Biak, Fak Fak, Kaimana, dan Timika.


Selain itu, Carmelita menyampaikan, persoalan yang menyangkut angkutan kapal roll-on roll-off (roro). Dia meminta, agar kapal yang melayani pelayaran jarak pendek (short sea shipping) mendapatkan perlakuan khusus di pelabuhan dengan diberikan tarif kepelabuhanan yang kompetitif, misalnya pada komponen biaya tambat kapal.


“Untuk meningkatkan daya saing kapal roro dan sukseskan program pelayaran jarak pendek, maka perlakuan khusus pada angkutan roro dibutuhkan,” Carmelita menjelaskan.