Tekan Kecelakaan, Stakeholders Deklarasi Truk Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

- , 21/03/2017, 17:40

*

Permasalahan pelanggaran muatan lebih (over loading) dan pelanggaran dimensi (over dimension) merupakan 2 (dua) permasalahan pokok yang sudah menahun dalam penyelenggaraan angkutan barang di jalan. Permasalahan tersebut bukan lagi menjadi permasalahan transportasi semata, melainkan sudah memiliki dimensi sosial-ekonomi karena terentang mulai dari hulu (mulai kendaraan barang itu lahir, kawasan-kawasan produksi dan sentra kegiatan yang tersebar dan kurang terstruktur) sampai hilir (muatan lebih, over dimensi, truk-truk berusia tua, muatan balik tidak ada, dll).

“Untuk mengurai permasalahan ini diperlukan peran serta berbagai Kementerian / Lembaga serta stakeholders terkait,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto ketika membuka Deklarasi Truk Pelopor Keselamatan Berlalu lintas, JICT Tanjung Priok, Senin (13/3).

Pudji melanjutkan, “Salah satu ukuran kinerja angkutan barang di jalan, selain kecepatan dan ketepatan pelayanan terkait sarana angkutan yang digunakan, juga ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan pelayanan angkutan di jalan.”

Ketertiban dan kepatuhan dimaksud misalnya jumlah barang yang dimuat sesuai dengan Jumlah Berat yang di-Ijinkan (JBI) sebagaimana tertera pada Buku Uji (keur), dan pengemudi mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, dimensi dan daya angkut kendaraan, serta kelas jalan yang dilaluinya.

Menhub berharap agar Kegiatan Truk Pelopor Keselamatan ini dapat menjadi awal untuk memulihkan dan meningkatkan pelayanan angkutan barang di jalan secara bersama-sama agar lebih profesional dan efisien. “Melalui pencanangan komitmen bersama para crew angkutan barang, saya harap dapat memberikan pelayanan yang terbaik dengan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Pudji yg menyampaikan sambutan Menhub.

“Launching Truk Pelopor Keselamatan ini,” lanjut Pudji, “Merupakan kampanye untuk memberikan informasi, edukasi dan sosialisasi kepada para operator, pengemudi dan masyarakat umum agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas di jalan.” Lebih lanjut Pudji juga menegaskan kepada semua pengemudi untuk selalu berpedoman pada tri siap. “Semua pengemudi baik pengemudi kendaraan barang maupun kendaraan penumpang agar selalu memastikan Tri Siap sebelum melaksanakan perjalanan, yaitu Siap kondisi kendaraan, Siap kondisi pengemudi dan Siap mematuhi peraturan lalu lintas,” tegas Pudji.

Terkait banyaknya kendaraan barang yang mengangkut muatan melebihi tonase yang diijinkan (overload) dan kendaraan yang mengangkut barang dg tata cara muat yang salah (over dimensi), Pudji menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya pemerintah dalam membenahi transportasi nasional secara menyeluruh. “Overload dan over dimensi menjadi perhatian pemerintah demi keselamatan di jalan raya dan pembenahannya perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu. Tidak bisa hanya mengandalkan Jembatan Timbang,” ujar Pudji.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aprtindo, Gemilang Tarigan juga menyebutkan pihaknya berkomitmen ciptakan sistem angkutan truk yang aman, serta sesuai dengan standar internasional.

“Sesuai juga dengan aturan dari kemaritiman internasional. Puluhan perwakilan sejumlah perusahaan logistik tadi sudah disampaikan deklarasi komitmennya, dengan menyatakan angkutan truk logistik itu merupakan pelopor keselamatan berkendara,” kata Gemilang.

Aptrindo, kata Gemilang, memastikan sistem angkutan truk logistik itu dapat terpantau dan terintegrasi datanya dimanapun berada.
“Truk yang terpantau dengan sistem ini dapat dipantau di gerbang tol ataupun rest area, jadi secara data statistik, hingga dari keselamatan penumpang dapat diutamakan juga,” katanya.

Deklarasi Truk Pelopor Keselamatan diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) bertempat di Jakarta Internasional Container Terminal Tanjung Priok. (CAS/PTR).

Acara deklarasi melibatkan perwakilan pengusaha dari Kadin Indonesia, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), INSA, serta dihadiri Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputera.

Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB)
Pada kesempatan sama PT Telkom Indonesia juga memaparkan implementasi Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) yang saat ini sudah juga di pasang di JICT sehingga lalu lintas dan jumlah truk yang keluar masuk bisa dimonitor.

Presiden Direktur JICT, Riza Erivan, sudah menyiapkan sedikitnya 20 gate elektronik yang dilengkapi Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB).
“Sistem SIAB itu guna dapat memastikan truk kontainer yang melintas di Terminal JICT yang di Pelabuhan Tanjung Priok, terpantau dengan baik. Hal ini, kami sejak 25 Januari lalu, sudah menandatangani kesepakatan dengan jajaran Aptrindo mengenai sistem sensor ID yang ada di setiap gate. Setidaknya kami sudah siapkan 20 gate elektronik,” ungkap Riza.

Setiap harinya di Pelabuhan Tanjung Priok ini, diakui Riza sedikitnya ada 10 ribu truk keluar-masuk lakukan aktifitas bongkar muat barang, dan lima hingga enam ribu diantaranya, sudah melalui Terminal JICT.

“Dengan pelaksanaan SIAB di seluruh gerbang JICT ini, maka kami bisa memberikan layanan yang jauh lebih baik dan optimal, kepada para pelanggan di kawasan Pelabuhan terbesar di Indonesia ini. Aplikasi SIAB tersebut, tentunya secara real time memantau aktifitas truk serta pengemudinya. Sebab, di New Gate System ini audah dilengkapi dengan timbangan,” katanya di lokasi acara.

Ia melanjutkan, “Kendaraan harus berhenti di sana. Selain itu jug , kami sudah menerapkan namanya e-billing, sehingga para pengguna jasa tak perlu datang lagi untuk transaksi ke pelabuhan,” lanjutnya.

SIAB (Sistem Informasi Angkutan Barang) adalah Sistem Informasi yang terdiri dari aplikasi dan database pengusaha, supir dan asosiasi. SIAB terbentuk atas kerjasama TELKOM dengan APTRINDO pada tanggal 22 Januari 2015 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan barang serta memperbaiki sistem logistik nasional.

SIAB memastikan akurasi identitas truk, pengusaha dan pengemudi untuk digunakan secara elektronis pada rantai nilai logistik. Sehingga dapat membantu semua pelaku logistik yang melibatkan jasa pengangkutan barang, contohnya depo, warehouse, freight forwarding untuk mendukung visibility angkutan barang.

This news does not have any tags yet.