23.767 DO Online Di-release Perusahaan Pelayaran melalui Pelabuhan Tanjung Priok

Wilam Chon - Jakarta, 05/07/2018, 07:22

*Lolan Panjaitan, Plt Kepala OP Tanjung Priok


Sejak 24 Juni hingga 3 Juli 2018  tercatat sudah  23.767  Delivery  Order (DO) yang  di-release  secara  Online oleh perusahaan pelayaran kepada pemilik barang terkait dengan kegiatan importasi melalui  Pelabuhan Tanjung Priok.


Plt Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Lolan Panjaitan mengatakan kemarin,  pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan DO Online yang diluncurkan Kementrian Perhubungan (Kemenhub)  akhir bulan lalu.


Dia mengatakan sampai saat ini tercatat sudah 60 perusahaan pelayaram yang sudah terkoneksi dengan lima  terminal petikemas impor/ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok.


Memjawab pertanyaan Lolan mengakui dalam pertemuan dengan berbagai pihak termasuk asosiasi terkait ada masukan bahwa pelaksanaan DO Online sekarang masih  perlu disempurnakan karena sebagaian dari prosesnya masih  ada yang menggunakan email.


"Yang penting program DO Online ini harus jalan dengan harapan untuk memangkas waktu  pengambilan DO. Kalau masih ada yang belum sempurna mari kita sempurnakan," tegas Lolan.


"Kita juga  sudah minta kepada perusahaan pelayaran agar terkoneksi secara online dengan pemilik barang supaya  proses pengajuan DO oleh pemilik barang/kuasanya mau pun menyerahan DO oleh pelayaran semuanya melalui sistem," kata Lolan.
 
Sebelumnya Sekretaris Umum  Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim menilai pelaksanaan Delivery Order (DO) Online yang di-launching  Kemenhub belum lama ini  masih jauh dari harapan dapat mempersingkat waktu mengambilan DO.


Adil Karim mengatakan penerapan DO Online untuk Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak , Makassar serta Pelabuhan  Tanjung Emas, Semarang belum sepenuhnya Online, tapi masih menggunakan email dan telepon. 


Dia mengatakan dalam pelaksanaan DO Online mestinya perusahaan pelayaran, terminal dan  pengguna jasa (pemilik barang/kuasanya) serta bank sebagai pendukung harus terintegrasi dalam satu sistem (virtualisasi, otomasi).


Sementara pada DO Online sekarang ini yang sudah terintegrasi dalam sistem hanya beberapa pelayaran dan terminal saja, katanya.


This news does not have any tags yet.