ALFI Berharap Kepala OP Mampu Tegakkan Regulasi di Pelabuhan Tanjung Priok

Wilam Chon - Jakarta, 21/08/2018, 11:12

*

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengharapkan Kepala Ototitas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok  Hermanta mampu menegakkan    berbagai peraturan  yang  tidak berjalan  optimal  di pelabuhan setempat.


"Selain itu diharapkan Kepala OP dapat  mendorong  lahirnya beberapa  tarif  layanan jasa yang sudah kadaluwarsa," kata Ketum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Widijanto, kemarin.


Widijanto mengharapkan  Kepala OP sekarang  dapat bertindak lebih tegas dari pejabat sebelummya agar  beberapa aturan Menhub/pemerintah   seperti pemindahan kontainer long stay, pelaksanaan DO Online , dan penghapusan uang jaminan kontainer  bisa diimplementasikan di Pelabuhan Tanjung Priok .


Delivery Order (DO) Online yang dilaunching  Menhub  belum lama ini  perlu disempurnakan  karena belum  dapat memangkas waktu pengambilan DO.


Dia mengatakan dalam pelaksanaan DO Online mestinya perusahaan pelayaran, terminal dan  pengguna jasa (pemilik barang / kuasanya) serta bank sebagai pendukung harus terintegrasi dalam satu sistem (virtualisasi, otomasi).


Sementara  DO Online untuk Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak Surabaya, Makassar serta Tanjung Emas Semarang yang dilaunching baru baru ini  belum sepenuhnya Online, tapi masih menggunakan email dan telepon.


Selain itu , kata Widijanto, beberapa tarif layanan jasa seperti tarif Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP) dan Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT) serta tarif jasa layanan barang impor berstatus Less than Container  Load (LCL) sudah lama kadaluwarsa  hingga kini tidak diperbarui.


"Kita harapkan Pak Hermanta mampu mendorong asosiasi terkait agar  bersepakat membentuk tarif baru sebagai pengganti tarif yang  sudah kadaluwarsa," ujarnya. (wilam)


This news does not have any tags yet.