ALFI Imbau PPJK bantu Importir Urus Restitusi Biaya Penumpukan pada Libur Nasional

Wilam Chon - Jakarta, 09/07/2018, 13:56

*Widijanto, Ketua DPW ALFI DKI

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)  mengimbau Perusahaan Pengurusan Jasa  Kepabeanan (PPJK) agar membantu importir mengurus  restitusi atau pengembalian uang kelebihan biaya penumpukan di terminal petikemas terkait libur nasional (Lebaran) belum lama ini.


Ketua DPW ALFI DKI, Widijanto mengatakan  pada Senin (9/7/2018),  sesuai kesepakatan antara terminal dan asosiasi terkait di Pelabuhan Tanjung Priok , tarif progresif yang mencapai 900%x tarif dasar  ditiadakan pada libur nasional.


Namun dengan alasan sistem yang menghitung biaya penumpukan tidak dilengkapi untuk hari libur (peniadaan tarif progresif), terminal tetap  menghitung biaya penumpukan seperti hari biasa, kemudian kelebihan bayar dikembalikan kepada pemilik barang dengan sistem restitusi.


Bincang-bincang dengan Indonesia Shipping Gazette pada Senin (9/7/2018), Widijanto mengatakan ALFI mengingatkan  importir /PPJK agar mengurus  pengembalian kelebihan  biaya penumpukan tersebut.


"Sebaliknya  jika tidak diurus biaya tersebut  justru menjadi penyebab logistik biaya tinggi. Karena akan dihitung oleh importir sebagai biaya operasional yang pada akhirnya dibebankan pada harga jual barang/produknya", katanya.


Widijanto mengimbau  terminal petikemas di Tanjung Priok seperti JICT, TPK Koja, NPCT.1, MAL dan PTP agar membangun sistem pembayaran biaya  penumpukan yang dilengkapi untuk hari libur nasional agar tidak ada lagi sistem restitusi.


This news does not have any tags yet.