ALFI Minta Terminal Petikemas Tidak Terapkan Restitusi pada Libur Nasional

Wilam Chon - Jakarta, 19/12/2018, 17:27

*


Operator terminal petikemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok kembali dihimbau agar menyiapkan sistem berbasis IT, khusus untuk menangani pembayaran tarif penumpukan petikemas pada hari libur nasional.


Hal itu diungkapkan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI, Widijanto, Rabu (19/12/2018), terkait dengan  Libur Nataru (Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019).


Kata Widijanto, sudah ada kesepakatan antara pengguna jasa (importir/wakilnya) dan penyedia jasa (terminal), tentang tarif penumpukan petikemas impor selama libur nasional tidak dikenakan tarif progresif atau tarif berjenjang yang mencapai 900% dikali tarif dasar. 


Persoalannya, tambah Widijanto, selama ini (kecuali Mustika Alam Lestari-MAL), operator terminal petikemas impor tidak mau menyiapkan sistem yang khusus digunakan untuk hari libur nasional.


Operator terminal petikemas tetap  menghitung tarif penumpukan pada hari libur seperti hari biasa.


Sementara kelebihan pembayaran nantinya akan dikembalikan kepada importir/wakilnya melalui sistem restitusi.


Widijanto mengungkapkan, pada musim libur nasional sebelumnya, ALFI banyak menerima keluhan anggota (perusahaan forwarder dan logistik ) karena proses restitusi (pengembalian uang) di terminal petikemas memakan waktu cukup lama hampir satu bulan. 


Ini dapat mengganggu perputaran modal bagi PPJK yang umumnya UKM, ujar Widijanto.


Dia menilai daripada melakukan restitusi (pengembalian uang) akan lebih sederhana jika sistem IT-nya disesuaikan dengan kebijakan yang ada.


This news does not have any tags yet.