Aptrindo Imbau Anggota Kurangi Operasional di Jalan Raya pada Jam Sibuk

Wilam Chon - jakarta, 25/07/2018, 15:36

*

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia  (Aptrindo)  ikut prihatin atas kondisi kemacetan parah yang melanda sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, kata Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta Mustajab Susilo Basuki.

Untuk menekan kemacetan, DPD Aptrindo DKI Jakarta sudah menerbitan surat himbauan kepada para pengusaha truk (anggota) agar menghindari dan mengurangi beban kegiatan di jalan raya tersebut  pada jam sibuk terkait kegiatan anak sekolah dan jam karyawan ke  kantor sekitar  pk 06.00 - 07.00, tambah  Mustajab, Rabu (25/7/2018).


Senin lalu masyarakat pendemo  mendatangi Kantor Walikota Jakut minta agar Walikota ikut menyelesaikan kemacetan parah di Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara


"Kami sudah ingatkan anggota bagi  yang belum mendesak agar pada jam sibuk tadi  bisa menangguhkan lewat di jalan  tersebut," katanya


"Kita minta pada anggota agar pada  jam sibuk kegiatan anak berangkat  sekolah dan karyawan ke kantor kegiatan operasonal  angkutan barang  di tahan dulu untuk kurangi kemacetan di jalan raya wilayah Jakarta Utara," ujar Mustajab dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette.


Namun solusi terbaik, kata Mustajab, harus dilakukan  penataan ruang kembali baik  daerah hunian masyarakat mau pun  sentra bisnis logistik.


"Kedua wilayah  tersebut  harus mampu dipisahkan tata ruangnya sehingga tidak terjadi pertemuan langsung antara dua kepentingan," tambahnya.  


Menurut dia, kedua aktivitas ini sama sama penting. Arus barang logistik yang digerakkan dengan  armada trailler merupakan tiang utama penyangga perekonomian nasional Indonesia.


Di sisi lain kepentingan masyarakat umum untuk beraktivitas sehari-hari baik ke kantor, ke sekolah atau kesibukan lainnya mestinya juga tidak  terganggu oleh pergerakan arus barang logistik.


Kongkretnya, ujar Mustajab,  di wilayah   pelabuhan mulai dilakukan penataan dengan parameter tertentu baik  ruang hunian untuk masyarakat mau pun  sentra kegiatan logistik.


Misalnya   disatukannya daerah pool truk trailler, depo kontainer, pergudangan dan perkantoran logistik yg melayani pelabuhan dengan dilengkapi  jalur koneksitas.


Contonya ada jalan khusus dari dan ke pelabuhan untuk akses ke pool, depo, pergudangan dan perkantoran sehingga tidak terjadi pertemuan langsung dengan akses kegiatan masyarakat sehari-hari.


"Ini hanya bisa diwujudkan  kalau semua pemangku kepentingan peduli dengan  masalah ini. Lalu duduk bareng dan berpikir dengan jernih tanpa mendahulukan kepentingan masing masing," tegas Mustajab. (wilam)


This news does not have any tags yet.