Aptrindo: Penertiban ODOL Harus diikuti Pengawasan Ketat

Wilam Chon - Jakarta, 30/07/2018, 15:48

*

Penertiban Over Dimensi /Over Load (ODOL)  akan berhasil jika diikuti  dengan langkah pengawasan secara terus menerus terhadap  pelaksanaan  PP 55 Tahun 2012 tentang ukuran (dimensi)  kendaraan dan PM 134 Tahun 2015 tentang Penimbangan Kendaraan Bermotor.


Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia  (Aptrindo) Gemilang Tarigan  menanggapi pelaksanaan penertiban ODOL mulai 1 Agustus 2018.


Bincang bincang dengan Indonesia Shipping Gazette Senin (30/7/2018), Tarigan mengatakan kalau pengawasan tidak ketat  baik pemilik kendaraan/sopir mau pun pemilik barang akan selalu manfaatkan kelengahan petugas.


Karena pemilik barang ingin ongkos angkut barangnya murah. Sementara pengusaha angkutan merespon keinginan pemilik barang dengan melakukan modifikasi kendaraan  sehingga mampu mengangkut barang melebihi dari kapasitas angkut.


Pengawasan secara terus menerus juga perlu dilakukan  terhadap barang barang produksi  BUMN seperti semen, besi, pupuk  yang selama ini paling banyak melakukan over load.


Tarigan mengatakan Aptrindo sangat mendukung penertiban ODOL. Karena dengan  membiarkan ODOL terus berlanjut,  tingkat keselamatan berlalulintas menjadi rendah, perawatan kendaraan menjadi  mahal dan biaya perbaikan kerusakan  jalan menjadi  selangit.


Ketua DPD Aptrindo DKI, Mustajab Susilo  Basuki mengatakan sebenarnya banyak pengusaha angkutan yang tidak sadar kalau kendaraannya dipaksa melakukan ODOL.


"Misalnya kita suruh opir angkut barang di suatu tempat.  Yang berkomunikasi intens pada pemilik barang tentu sopir. Bisa saja dengan memberikan uang pada sopir kendaraan dipaksa bawa barang over load," kata Mustajab.


Ada lagi  sistem Rental Basic Lepas Kunci. Artinya kendaraan disewa pemilik barang dalam waktu tertentu. Kasus seperti ini pemilik angkutan tidak tau berapa berat  muatan yang dibawa  kendaraannya.


This news does not have any tags yet.