Aptrindo Siap Kerjasama dengan Pelindo II Cabang Priok Tertibkan Truk Angkutan Barang

Wilam Chon - Jakarta, 12/05/2018, 16:49

*

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengharapkan terjalin kerjasama dengan Pelindo II Cabang Tanjung Priok khususnya dalam upaya menertibkan keluar masuk truk angkutan barang dari dan ke pelabuhan tersebut.



Ketum Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan sekarang ini moment yang tepat untuk menjalin kerjasama tersebut mengingat Pelabuhan Cabang Tanjung Priok akan menerapkan layanan pas pelabuhan non tunai dengan membangun Auto Gate System
di Pos (Gate) 1, 8 dan Pos 9.


Sementara Aptrindo sudah membangun Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) di lokasi tersebut, kata Gemilang Tarigan dalam bincang bincang dengan Indonesia Shipping Gazette melalui WA, Sabtu (12/5/20018).


Aptrindo sudah investasi untuk memasang Radio Frequency Identification (RFId) reader yang dapat memantau truk ke luar masuk di Gate 1, 8 dan 9 (3 Gate In dan 2 Gate Out). "Aptrindo sudah bicarakan hal ini dengan Pelindo II,"tambah Tarigan.


"Kita juga sudah membuat Driver Identification Data (DID) untuk para sopir agar saat dia bawa angkutan masuk pelabuhan dapat terpantau nomor kendaraan, nama sopir dan nama perusahaannya."


Menururut Tarigan, jika sistem
SIAB terkoneksi dengan Auto Gate System, Pelindo bukan hanya dapat menggantikan cara pembayaran pas masuk dengan e-money, tapi sekaligus dapat mengendalikan angkutan barang yang keluar masuk pelabuhan.


"Karena seluruh armada yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok dapat dipantau sekalugus efisiensi pelayanan di pelabuhan menjadi lebih terukur;" ujar Tarigan.


Selain itu petugas pelabuhan dapat mengidentifikasi sopir , armada termasuk perusahaan angkutan yang bermasalah sekaligus dapat melarangnya masuk pelabuhan.


Truk milik anggota Aptrindo DKI yang sudah terdaftar dalam SIAB tercatat sekitar 8000 dari 17.000 unit kendaraan.


Seperti diberitakan sebelumnya Pelabuhan Tanjung Priok akan menerapkan layanan pas pelabuhan non tunai dengan menerapkan Auto Gate System.


Selain itu menyiapkan tempat parkir (buffer area) seluas 2 ha eks lahan Pasific Paint bagi angkutan yang belum saatnya masuk pelabuhan.


Kepala Cabang Pelabuhan Tanjung Priok Mulyadi Iskandar saat dikonfirmasi melalui WA Sabtu (12/5/2018) tidak memberikan respon kendati sudah membaca pertanyaan Indonesia Shipping Gazette. (wilam)


This news does not have any tags yet.