Aptrindo Tolak Larangan Jam Operasi Truk Angkutan Barang Diperpanjang

Wilam Chon - Jakarta, 21/11/2018, 15:17

*

Pengusaha angkutan barang  menolak  rencana Kemenhub akan  menambah jam  larangan operasi angkutan  barang  dan perluasan ganjil genap di Tol Jakarta -Cilampek.


Hal itu diungkapkan Ketum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan  didampingi  Wakil Ketua Kyatmaja Lookman kepada Indonesia Shiping
Gazette, Rabu (21/11/2018).


Tarigan mengatakan dalam rapat koordinasi di Bekasi  kemarin,   Kemenhub berencana akan  mengubah pembatasan jam operasi truk yang sebelumnya berlaku pk 06.00- pk 09.00 diperpanjang memjadi pk 05.00 sampai pk 10.00.


Selain itu.akan menambah area pemberlakuan  ganjil genap dari pk 05.00 - 10.00 hingga  di gerbang tol Tambun.


Kemenhub juga akan memasang timbangan  WIM ( Weight In Motion) di lajur utama tol untuk menertibkan  Over Dimensi /Over Load (ODOL).


Bila ditemukan kendaraan kelebihan muatan akan  diturunkan dan kendaraan dikeluarkan di pintu tol terdekat dengan biaya ditanggung oleh operator truk/pemilik barang.


Tarigan mempertanyakan penamenambahan jam larangan operasi  truk  pertimbangannya apa ? tidak jelas apa yang ingin dicapai.


Mestinya, tambah Tarigan,   evaluasi dulu  kebijakan selama ini.  Karena pembatasan operasional truk hanya salah satu kebijakan.


Hasil evaluasi ganjil- genap kendaraan pribadi gimana? evaluasi hov line (bis tanpa hambatan) mana? pembatasan operasional truk hasil evaluasinya gimana efektif gak?


"Kita kecewa  serangkaian kebijakan   belum divaluasi langsung mengorbankan jam operasional truk. "Padahal truk itu fungsinya sangat penting untuk kelancaran ekonomi."


Menurut Kyatmaja yang hadir dalam Rakor  itu dia
sudah memberikan usulan bahwa kendati jam pembatasan operasi truk ditambah tidak akan  mengurangi volume truk di jalur Japek. "Kita sudah tolak rencana tersebut, tapi Menhub namaknya berkeras ingin menambah larangan jam operasi truk," ujar Kyatmaja.


Kyatmaja menambahkan dengan perpanjangan larangan jam operasi truk sampai 5 jam , dia khawatir antrian truk menunggu jam operasi makin panjang  sehingga kemacetan sekitar tol Japek tetap makin parah.


"Jika ditutup sampai  5 jam, antrian di dalam tol akan semakin panjang. Apalagi area parkir di dekat makam Mbah Priok  belum dimanfaatkan kendati  sudah disediakan Kementrian  PUPR.


Data BPS terbaru arus sektor logistik secara keseluruhan mengalami slow down sekarang,   kecuali untuk e-Commerce Logistics.
(wilam)


This news does not have any tags yet.