Digitalisasi Pelabuhan, Tanjung Priok Uji Coba Auto Gate System

Martinus Job - Jakarta, 08/06/2018, 09:21

* Mulyadi, General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Tanjung Priok sedang memberikan keterangan kepada wartawan-wartawan yang tegabung dalam FORWAMI

Seiring dengan program Pelindo II mewujudkan digital port, mulai tanggal 2 Juli 2018 mendatang, pengelola Pelabuhan Tanjung Priok akan mulai melakukan uji coba Pelayanan Pelabuhan Non Tunai (Auto Gate Pass System) di seluruh pos pintu masuk pelabuhan tersebut.

General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Mulyadi, mengatakan sosialisasi implementasi sistem tersebut sudah dilakukan kepada para pelaku usaha terutama pelayaran dan angkutan truk. Dalam pelaksanaannya auto gate pass system tersebut merupakan hasil kerja sama antara manajemen Pelabuhan Tanjung Priok dengan salah satu anak perusahaan Pelindo II yakni PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS).

“Implementasi auto gate pass system ini merupakan bagian dari keseluruhan rencana digitalisasi layanan di Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Mulyadi di sela-sela acara buka puasa bersama dengan Forum Wartawan Maritim Indonesia (FORWAMI), di Kelapa Gading, Kamis (7/6).

Mulyadi menyebutkan kartu yang digunakan di auto gate tersebut merupakan kartu e-money yang selama ini bisa digunakan untuk transaksi di pintu tol maupun pembayaran lainnya. Dia pun memastikan tidak mengubah tarif yang  selama ini berlaku di gate in pelabuhan. Ke depan, menurutnya, auto gate pass system tersebut akan terintegrasi dengan sistem pelayanan lainnya di pelabuhan. Dia mencontohkan truk-truk yang masuk ke pelabuhan akan memiliki nomor identitas yang langsung terkoneksi dengan sistem layanan bongkar muat di pelabuhan.

“Implementasi auto gate pass system ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses receiving dan delivery truk. Selain itu, untuk mengatur alokasi dan penjadwalan kontainer dan truk yang beroperasi di pelabuhan,” imbuhnya.

Selain memberlakukan auto gate pass system, untuk meningkatkan kelancaran arus barang, manajemen Pelabuhan Tanjung Priok juga telah membuat area parkir truk (buffer area) seluas 2 Ha dari rencana 4 Ha yang berlokasi di bekas lahan In gom. Dengan adanya buffer area, truk-truk yang menunggu antrian pengambilan kargo di dalam pelabuhan, bisa masuk lokasi tersebut sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kawasan pelabuhan. 

Menyinggung zonasi pemanduan dan penundaan, Mulyadi mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk meminimalisir komplain dari pelanggan terkait dengan pelayanan dan pemanduan. Selain itu, untuk menunjang penerapan sistem MOS (Marine Information System) tahun 2018.

“Untuk zonasi penundaan dan pemanduan, kami mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No 57 tahun 2015 serta Juknis yang dikeluarkan Syahbandar tentang pemanduan kapal di pelabuhan Tanjung Priok,” paparnya.

Sedangkan kesepakatan dengan pelaku usaha ditandatangani tanggal 14 Desember 2017 antara Pelindo II dengan DPC INSA Jaya tentang pembagian wilayah dan jumlah waktu penundaan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun teknis pelaksanaan untuk penundaan kapal masuk di pelabuhan dimulai dari pilot boarding ground atau sesuai perintah pandu sampai dengan kapal sandar di dermaga yang dituju. Sedangkan penundaan kapal keluar pelabuhan mulai dari dermaga sampai dengan selesai perindah pandu atau maksimal sampai pilot boarding ground. 

Seperti diketahui, pelaksanaan zonasi pandu tunda di pelabuhan Priok sudah diberlakukan sejak Februari 2018 lalu.(Wilam/MJ)


This news does not have any tags yet.