DPD Aptrindo DKI Harapkan Buffer Area Disiapkan di Tiga Lokasi

Wilam Chon - Jakarta, 05/10/2018, 06:34

*Mustajab Susilo Basuki, Ketua DPD Aptrindo DKI

DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta harapkan "buffer  area" (kantong parkir) di Pelabuhan Tanjung Priok dibangun di tiga titik lokasi untuk mendukung kelancaran arus barang /kendaraan di pelabuhan setempat.


Ketua DPD Aptrindo DKI Mustajab  Susilo Basuki, Kamis (4/10/2018) mengharapkan buffer area tersebut selain dibangun di JL RE Martadinata, juga disiapkan di daerah sekitar Sunter dan wilayah Cacing.


Dia mengatakan Aptrindo DKI mengapresiasi kebijakan Pelindo II menyediakan buffer area eks lahan pabrik Pacific Paint di Jl Martadinata.


Namun kalau buffer area hanya disediakan  di wilayah  barat pelabuhan (Jl RE Martadinata) dirasakan masih kurang efektif, kata Mustajab.


Pasalnya, angkutan barang  dari jalur tengah (Bogor, Citerup via Tol Cawang ) dan dari arah Timur (Bekasi, Cikampek, Bandung) nantinya  akan ramai ramai bergerak menuju buffer area di wilayah barat. 


"Ini jelas  akan membuat  arus lalulintas di  jalan arteri menuju wilayah barat (buffer area)  sangat padat alias macet," tegas Mustajab.


Mustajab mengatakan solusinya harus ada buffer area di wilayah sekitar Sunter  sampai sekitar Kantor Walikota  Jakut untuk kantong parkir trailer dari wilayah tengah. 


Sementara untuk kantong parkir angkutan barang dari arah timur disiapkan di  daerah Cacing sehingga tidak terjadi penumpukan armada dan traffic yang simpang siur dari dan menuju ke buffer area, ujar Mustajab


 Sedangkan buffer area di RE Martadinata mestinya hanya untuk menampung  kendaraan angkuran barang dari arah barat seperti Tangerang , Banten dan lain lain, ujarnya.


Mustajab mengatakan buffer area merupakan kebutuhan banyak pihak, baik pemilik truk, pengemudi dan pemilik barang serta  pengguna jalan lainnya.


Buffer area dimaksudkan untuk menghilangkan atau setidaknya  mengurangi kemacetan lalu lintas  akibat  parkir liar atau truk   berkeliaran di jalan raya karena menunggu dokumen.


This news does not have any tags yet.