IFEX 2019 Akan Dihelat Lebih Fleksibel dan Lebih Profesional

Eko Nugroho - Jakarta, 15/03/2018, 16:30

*

Pameran terbesar di bidang furnitur dan kerajinan di Indonesia, dan ASEAN, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018 baru saja berakhir pada Senin (12/3) lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, IFEX kali ini juga menghadirkan berbagai produk-produk furnitur dan kerajinan unggulan dari berbagai produsen di Indonesia, serta berbagai program pendukung dan fasilitas bagi visitorsbuyers, dan exhibitors.


Yang sedikit berbeda pada tahun ini adalah semakin luasnya lahan yang digunakan untuk area outdoor karena bertambahnya jumlah peserta pameran di area ini. Selain itu, jumlah peserta yang menggunakan konsep booth dengan double-decker (dua lantai) juga meningkat. “Selain bertambahnya jumlah peserta di area outdoor, tahun ini kami juga khusus menghadirkan CRAFTNATION di Hall C3 yang menampilkan kerajinan unik dari berbagai daerah. Selain itu, kami juga tetap menghadirkan Hall of Excellence untuk produk-produk yang telah dikurasi oleh tim HIMKI,” ujar Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Soenoto. Kehadiran Hall of Excellence ini memudahkan para buyers untuk mencari produk incaran mereka, di luar produk-produk andalan lain terutama untuk para buyers yang baru pertama hadir ke ajang IFEX.


Tahun ini, untuk pertama kalinya IFEX menghadirkan mobile apps IFEX yang ditujukan untuk mempermudah pengunjung mendapatkan informasi mengenai pameran dan berbagai agenda harian. Melalui aplikasi ini, para pengunjung juga bisa membuat janji temu dengan exhibitors. Ke depannya, pihak panitia akan menyempurnakan tampilan dan fitur pada mobile apps ini demi kenyamanan para peserta. “Saat ini kami melihat belum banyak peserta yang mengetahui adanya mobile apps ini. Ke depannya kami berharap akan semakin banyak visitors dan buyers yang mendapatkan manfaat dari kehadiran mobile apps ini,” ujar Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, IFEX tahun kelima ini kembali mendapatkan apresiasi positif dari para buyersvisitors, dan exhibitors. Beberapa peserta menyatakan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada gelaran IFEX kali ini mereka bisa langsung mendapatkan transaksi dari buyers. Pada tahun kelima ini, buyers sepertinya sudah mulai berhasil memetakan produsen dan produk-produk incaran mereka, sementara di tahun-tahun sebelumnya buyers hanya melakukan window shopping.


HIMKI selaku penyelenggara IFEX berharap tren positif ini akan terus berlanjut di luar pameran. “Menurut kami capaian pada IFEX tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami berharap hal ini tidak hanya berlangsung selama pameran tetapi terus berlanjut sepanjang tahun, bahkan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya,” ujar Sekretaris Jenderal HIMKI, Abdul Sobur. Tren positif ini tentu akan sangat berarti bagi upaya realisasi target ekspor pasar furnitur yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar USD 5 miliar pada 2019.




Penyelarasan Waktu Pameran 


Sebagai bagian dari sirkuit pameran furnitur di Asia, IFEX menjadi salah satu incaran para buyers luar negeri yang tertarik dengan keunikan dan keindahan produk-produk furnitur dan kerajinan Indonesia. Meski minat terhadap IFEX demikian besar, tidak semua buyers berhasil mendatangi IFEX karena jadwal pameran yang saling berdekatan. Hal ini terungkap saat HIMKI menggelar ‘Buyers Gathering’ di Jerman yang merupakan bagian dari upaya promosi IFEX ke para buyers luar negeri.


Perwakilan jurnalis asing yang tergabung dalam International Alliance of Furnishing Publications (IAFP) juga menyatakan hal yang sama. Dalam press conference yang digelar pada hari terakhir penyelenggaraan IFEX (12/3), beberapa jurnalis asing peliput pameran furnitur internasional menyatakan kesulitan mengatur jadwal yang demikian padat antara satu pameran dengan yang lain. Mereka juga berharap peserta pameran bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait produk mereka seperti brosur maupun website yang memudahkan para jurnalis, dan buyers, mengetahui lebih banyak mengenai produk-produk yang ditampilkan para peserta pameran.


Ke depan HIMKI akan berusaha menyelaraskan jadwal pameran agar bisa lebih sesuai sehingga bisa memberikan waktu lebih kepada para buyersvisitors, dan jurnalis internasional untuk menikmati pameran IFEX. “Kami akan berkoordinasi dengan penyelenggara pameran di negara lain di kawasan Asia sehingga bisa mengatur jadwal yang lebih nyaman bagi semua,” ujar Daswar Marpaung.


Di sisi lain, HIMKI juga akan terus mendorong anggotanya agar bisa menghadirkan materi pendukung pameran dalam bahasa Inggris. “Sebagai pameran bertaraf internasional wajarnya seluruh materi pendukung juga ditampilkan dalam bahasa Inggris. Tidak hanya brosur dan pamflet tetapi para penjaga standnya juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris,” tegas Sobur. 


Waktu penyelenggaraan yang lebih longgar diharapkan akan mampu menarik lebih banyak peserta pameran serta buyers dan visitors internasional. Sebagai catatan, gelaran IFEX tahun ini berhasil menarik sekitar 11.429 buyers dan visitorsdari 114 negara. IFEX tahun ini diikuti oleh sekitar 500 peserta pameran dari dalam dan luar negeri dengan nilai on the spot transaction tercatat USD 350 juta dan follow up transaction sebanyak USD 790 juta, sehingga total transaksi mencapai USD 1,14 miliar.


Pada penyelenggaraan tahun depan, IFEX 2019 akan diadakan pada tanggal 11 – 14 Maret 2019 “Tahun depan, dengan waktu penyelenggaraan yang lebih fleksibel kami berharap akan bisa menarik lebih banyak pengunjung dari lebih banyak negara. Kami juga berharap nilai transaksi pada IFEX tahun depan akan lebih meningkat lagi,” ujar Soenoto.


 


This news does not have any tags yet.