IPC Mencatat Pendapatan Usaha Rp 3,59 Triliun untuk Kuartal Pertama 2018

Martinus Job - Jakarta, 09/06/2018, 09:09

*Jajaran Direksi IPC di acara Buka Puasa bersama media, di Jakarta, Jumat (8/6).

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC berhasil merealisasikan pendapatan usaha sebesar Rp 3,59 Triliun pd kuartal pertama 2018. Pencapaian ini, IPC yakin bisa melampaui target kenaikan pendapatan usaha sebesar 13,29% di tahun 2018, dari Rp 10,91 Triliun tahun 2017 menjadi Rp 12,36 Triliun.

Sedangkan Laba Usaha, hingga kuartal pertama, IPC telah membukukan laba sebesar Rp 1,45 Triliun. Angka ini meningkat 11,79% dibandingkan pencapaian kuartal pertama tahun 2017 yang sebesar Rp 1,29 Triliun.

“Tahun ini, IPC menargetkan kenaikan laba usaha sebesar 9,5%, dari Rp 2,21 Triliun tahun 2017 menjadi Rp 2,42 Triliun. Kami yakin target kenaikan laba tahun 2018 terealisasi,” kata Elvyn G. Masassya Direktur Utama IPC, saat memaparkan pencapaian korporasi,di acara Buka Puasa bersama media pada Jumat (8/6/2018).

Dalam kesempatan itu Dirut  kembali memaparkan peta jalan (Roadmap) IPC untuk menjadi Pelabuhan Kelas Dunia pada 2020. Menurutnya, tahun ini IPC memasuki tahap eshtablishment, dimana korporasi fokus pada  pertumbuhan volume bisnis, pertumbuhan profit dan pembentukan holding Pelindo Incorporated.

IPC terus meningkatkan pelanggan dan mengembangkan pangsa pasar pelabuhan. IPC juga konsisten meningkatkan produktivitas dengan mengupayakan percepatan pengoperasian terminal-terminal baru seperti Terminal Kijing di Kalimantan Barat.

Tahun ini IPC merealisasikan pelepasan maksimal 30% saham anak perusahaan, yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) di Bursa Efek Indonesia yang akan dilaksanakan pada 10 Juli 2018 mendatang. Sebesar 50% dana hasil IPO (Initial Public Offering) akan digunakan untuk capital expanditure (belanja modal) dan50% lagi sebagai anggaran working capital.

Dari sisi Komersial dan Pengembangan Bisnis, IPC berhasil mengkondisikan berlabuhnya layanan direct call kapal raksasa di Pelabuhan Tanjung Priok, seperti kapal CMA CGM Tage berkapasitas 10.000 TEUs. Selain CMA CGM Tage, sejak 2017 ada beberapa kapal besar (mother vessel) yg rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti Cosco, APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan APL Salalah berkapasitas di atas 10 ribu TEUs, dgn bobot hampir 130 ribu GT, dan panjang 347 meter.

IPC juga melanjutkan pengembangan  teknologi digitalisasi dan platform online untuk pertukaran data antar masing-masing aktivitas dan stakeholders. Konsep Smartport 2020 diharapkan dapat memenuhi 3 aspek pendukung World-class Port: 1) kepuasan pelanggan, 2) peningkatan mutu operasi pelabuhan dan back office.

Selain itu IPC juga terus memudahkan konsumen terkait pelayanan pelabuhan, seperti menerapkan mini ATM dan cash management system untuk meningkatkan program cashless di setiap Cabang IPC. 

Di sisi man power (SDM) dan Hukum, IPC mengirim pegawai-pegawai potensial untuk melaksanakan internship di beberapa negara.

Sedangkan untuk progress Direktorat Pengelolaan Anak Perusahaan, IPC telah melakukan pelepasan saham anak perusahaan PT IKT melalui IPO. 

IPC juga secara konsisten menjalankan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, dan program CSR lainnya.




This news does not have any tags yet.