Kapal dengan Bobot 35.000 DWT Mulai Melirik Pelabuhan Pulau Baii

Wilam Chon - Jakarta, 09/10/2018, 07:11

*

Kapal berbendera asing dengan bobot 35 ribu DWT (Death Weight Tonage) mulai ramaikan Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu.


Kapal-kapal cukup besar tersebut mulai  melirik Pulau Baii setelah  pengerukan alur pelayaran di area pintu masuk pelabuhan tersebut selesai dengan kedalaman  mencapai – 10 meter LWS (Lower Water Spring)  3 Oktober 2018 lalu.


Sebelum dilakukan pengerukan kedalaman alur pelayaran hanya mencapa - 5 M LWS dan  hanya mampu melayani tongkang (barge) 9000 ton, kata GM Pelabuhan Cabang Bengkulu Hambar Wijadi dalam siaran pernya, Senin (8/10/2018) sore.


Diharapkan, kata Hambar, dengan menambah  kedalaman alur pelayaran, Pelabuhan Pulau Baai  mampu  meningkatkan layanan  terhadap  komoditas utama Provonsi Bengkulu seperti: batu bara, cangkang, klinker/semen dan crumb rubber yang menjadi andalan ekspor ke beberapa negara di Kawasan Asia seperti , China, India dan Amerika.


Hambar Wijadi menyebutkan biaya pengerukan alur pelayaran  mencapai Rp. 65 milyar. Kedalaman alur Pelabuhan Bengkulu diharapkan mencapai kondisi ideal sehingga dapat meningkatkan produktivitas sampai 40% lebih dari kondisi yang ada saat ini.


Selain itu tentu diimbangi dengan  peningkatan pelayanan untuk mendukung aktivitas bongkar-muat barang di pelabuhan sebanding dengan peningkatan arus komoditas utama Provinsi Bengkulu dan pada akhirnya turut membantu kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Bengkulu dan sekitarnya.


Upaya yang dilakukan manajemen Pelabuhan Bengkulu tidak hanya menambah kedalaman alur pelayaran, tapi juga menambah beberapa fasilitas dermaga  untuk kegiatan  bongkar muat curah kering.


Hambar mengatakan  fasilitas tambahan yaitu 2 unit dermaga untuk kegiatan bongkar muat batu bara yakni Dermaga Jetty A dan Dermaga Eks Bukit Sunur dengan total investasi mencapai  Rp. 24 milyar. 


Untuk Jetty A telah selesai 100% dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya berupa conveyor dengan kapasitas 1.500 ton/jam. 


Sementara Dermaga Eks Bukit Sunur pembangunannya sedang dilaksanakan berupa dermaga floating rampdoor yang nantinya digunakan untuk melayani kapal jenis tongkang dengan kapasitas 10.000 ton.


Selain itu didukung dengan fasilitas lapangan dan peralatan bongkar muat berupa 1 unit excavator dan 1 unit whell loader dengan nilai total investasi mencapai Rp. 6,5 miliar.


Hambar mengatakan jika   2 dermaga pada terminal curah kering sudah dioperasikan dapat  meningkatkan pendapatan dan nilai aset perusahaan dan pada gilirannya akan memberikan peningkatan deviden kepada pemerintah, ujarnya. 


Dampak langsung dari pembangunan terminal ini yaitu  peningkatan kapasitas daya tampung kapal dengan kapasitas bongkar muat curah kering dari 2,4 juta ton menjadi 3,5 juta ton serta dapat melayani kapal besar (Mother Vessel) serta kapal jenis tongkang.  


This news does not have any tags yet.