Kasudinakertrans Jakut Segera Investigasi Kasus Kecelakaan Kerja di JICT

Wilam Chon - Jakarta, 06/12/2018, 11:36

*

Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Utara segera melakukan investigasi atas kecelakaan kerja di PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Selasa (4/12/2018).


"Saya segera menurunkan petugas pengawas ke JICT untuk melakukan investigasi terhadap penyebab kecelakaan kerja tersebut,"  kata Kasudinakertrans Jakarta Utara, Dwi Untoro kepada Indonesia Shipping Gazette (ISG), Kamis (6/12/2018).


"Alhamdulillah dampak dari kecelakaan  yang terakhir ini tidak sampai merenggut korban jiwa. Namun saya sangat prihatin karena sering terjadi kecelakaan kerja di Terminal Petikemas JICT," tambah Dwi Untoro.
 
Kasudinaker kembali mengingatkan manajemen JICT agar serius memperhatikan standar keselamatan kerja yang diatur dalam UU No 1 Tahun 1970. 


Sementara itu Dirut PT JICT, Gunta Prabawa maupun Wakilnya Riza Erivan diminta konfirmasi soal kecelakaan kerja ini melalui telepon dan WA tidak memberikan respon.


Menurut informasi yang dihimpun ISG,  kecelakaan terjadi Selasa (4/12/2018) pagi sekitar pukul 09.12 WIB saat derek lapangan petikemas (RTGC) nomor 50   melayani muatan ekspor.


Awalnya operator alat RTGC 50 tersebut menaruh petikemas dari lapangan penumpukan ke atas casis truk. Namun petikemas yang ditaruh salah sehingga harus diletakkan kembali. 


Pada saat meletakkan kembali petikemas tersebut, ternyata alat angkat (spreader) tersangkut pada petikemas lain sehingga terjadi senggolan yang tidak terhindarkan. Akibatnya petikemas di blok penumpukan tersebut saling berjatuhan.


Bahkan tidak lama berselang, pada pukul 15.30 wib, kejadian serupa kembali terjadi atau dalam satu hari terjadi dua kecelakaan kerja serupa di JICT. 


Operator RTGC di JICT sejak Januari 2018  dikelola oleh PT Multi Tally Indonesia (MTI). Sejak itu terjadi serangkaian kecelakaan kerja sepanjang tahun 2018.


Sepanjang tahun 2018 telah terjadi beberapa kali  kecelakaan kerja di JICT di antaranya menelan korban jiwa.


This news does not have any tags yet.