Pelanggaran ODOL juga Banyak Ditemukan saat Truk Angkut Barang BUMN

Wilam Chon - Jakarta, 26/07/2018, 07:17

*

Direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Hubdat, Kemenhub, Ahmad Yani mengungkapkan   barang yang diangkut secara Over Dimensi / Over Load (ODOL) juga banyak milik  BUMN seperti kelompok semen. 


Hal itu diungkapkan Yani saat tampil sebagai pembicara pada Silaturahmi Nasional Anggota Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) di Jakarta, Rabu (25/7/2018) malam.



"Nanti setelah penertiban dimulai  (1 Agustus), Kemenhub akan menyurati Kemeneg BUMN agar dalam pengangkutan barang tidak melanggar Jumlah Berat Yang Diijinkan (JBI)," tambah Yani. 


Ahmad Yani sempat menyebutkan beberapa angkutan barang milik BUMN dan swasta  yang tertangkap melakukan ODOL di jembatan timbang.


" Senin depan  kita melakukan gelar perkara terhadap angkutan barang yang selama ini  melalukan over load 100% lebih dari Jumlah Berat Yang Diijinkan (JBI)," kata Yani.


Dia mengatakan penindakan ODOL.dilakukan bertahap. Awal Agustus ini bagi angkutan barang membawa muatan ODOL 100% lebih dari JBI tidak boleh melanjutkan perjalanan kecuali ditransfer atau diangkut mobil lain.


Selanjutnya muli 1 September 2018,  penindakan dilakukan  terhadap ODOL 75 -100%. Selanjutnya dilakukan evaluasi  apakah ODOL kurang dari 50 % akan diberi toleransi atau akan ditindak, ujar Yani.


Sementara Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan tegas  mengatakan asosiasinya mendukung penindakan ODOL.


Tarigan mengatakan untuk trailer (angkutan petikemas) tidak terkena dampak penindakan ODOL karena baik kendaraan mau pun muatan sudah berdasarkan standar.


Yang terdampak yaitu angkutan yang dalam menentukan ongkos didasarkan berat muatan kilogram / ton atau didasarkan volume.  Solusinya harus merevisi ongkos angkut, katanya.


Silaturahmi Nasional  Aptrindo dihadiri DPDAptrindo Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar,  dan DPD Kaltim serta DPC Bekasi dan Balikpapan. (wilam)


This news does not have any tags yet.