SCI: Patimbam Berpotensi jadi Pelabuhan Alternatif dari Tanjung Priok

Wilam Chon - Jakarta, 10/07/2018, 15:23

*Setijadi, Ketua SCI

Supply Chain Indonesia (SCI) mengapresiasi realisasi pembangunan Pelabuhan Patimban yang direncanakan dimulai Juli ini dan ditargetkan bisa beroperasi tahap pertama  tahun 2019.


Setijadi, Ketua SCI, Selasa (10/7/2018) mengatakan Pelabuhan Patimban  berpotensi menjadi pelabuhan alternatif dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakut yang  aksesibilitasnya menghadapi masalah akibat kemacetan.


Problem kemacetan  bukan saja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok tapi  juga terjadi di ruas-ruas jalan tol menuju Pelabuhan tersebut, termasuk ruas tol Jakarta-Cikampek.


Lokasi Pelabuhan Pantimban sangat strategis bagi industri di Jawa Barat. Sementara selama ini sebagian besar volume ekspor dan impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok berasal atau untuk wilayah Jabar.


SCI berharap, tambah Setijadi,  Pelabuhan itu tidak hanya menangani produk otomotif, tetapi juga produk-produk lainnya sesuai dengan kebutuhan industri di wilayah itu (Jabar)


Analisis data SCI menunjukkan bahwa sekitar 79% volume ekspor dan 84% volume impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2016 berasal  dari Jawa Barat.


Keberadaan Pelabuhan Patimban berpotensi mengalihkan volume ekspor terutama dari Karawang (29% volume Tanjung Priok), Purwakarta (8%), dan Bandung (6%), serta tidak menutup kemungkinan dari Bekasi (32%).


Potensi volume impor Jawa Barat melalui Tanjung Priok yang berpotensi beralih ke Palabuhan Patimban adalah dari Karawang (36%), Purwakarta (9%), dan Bandung (6%), serta Bekasi (23%).


Dengan mempertimbangkan volume ekspor-impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 65% volume nasional, maka efisiensi yang bisa diperoleh dengan keberadaan Pelabuhan Patimban berpotensi berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi logistik nasional.


Secara khusus, Pelabuhan Patimban berpotensi mendukung rencana pengembangan kawasan Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).


Dengan tetap melakukan pengembangan ekonomi dan industri di kawasan-kawasan lain, termasuk di luar Jawa dan Kawasan Timur Indonesia, pengembangan kawasan Bekapur sangat penting karena kontribusi ekonomi yang tinggi, yaitu sekitar 15% terhadap industri nasional.


SCI merekomendasikan Pelabuhan Patimban terintegrasi dengan jaringan rel. Hal ini penting untuk tidak mengulangi persoalan yang dihadapi pelabuhan-pelabuhan sebelumnya.


Integrasi dengan jaringan rel ini dapat diikuti dengan pemanfaatan beberapa container yard (CY) kereta api yang telah tersedia, misalnya di Bandung.


Bahkan, dengan keberadaan CY di Semarang, Surabaya, dan Jember, integrasi Pelabuhan Patimban dengan rel akan berpotensi bermanfaat bagi industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.


This news does not have any tags yet.