Aptrindo Segera Kaji Kontribusi Tol Trans Jawa terhadap Biaya Logistik

Wilam Chon - Jakarta, 31/01/2019, 18:07

*



Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) segera mengkaji besaran  kontribusi  Tol Trans Jawa terhadap penurunan biaya logistik.


Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette di kantornya, Kamis (31/1/2018), mengatakan  setiap  pembangunan infrastruktur (jalan tol) diharapkan  mampu menurunkan biaya logistik.


Tarigan mengakui pada satu sisi angkutan logistik melalui Trans Jawa jelas menambah biaya operasional  (biaya tol).


"Tapi kita perlu hitung penambahan biaya operasional tadi banding dengan penambahan  ritase angkutan melalui jalan tol".


Kalau melewati jalan non tol Jakarta - Surabaya misalnya  sekian   rit / bulan. Setelah  lewat tol mampu menambah ritase signifikan tentu keberadaan jalan tol tersebut  masih efisien bagi pengusaha angkutan, ujarnya.


Menurut Tarigan,  keberadaan  jalan Tol mestinya mampu meningkatkan ritase angkutan karena jarak tempuh  lebih dekat dan kendaraan bisa melaju dengan cepat. 


Selain itu perlu dikaji dampak melewati jalan tol terhadap pergantian  ban karena  ban cepat aus melalui tol yang umumnya berupa cor beton.


"Kaitannya dengan penurunan biaya logistik, " tegas Tarigan, semakin cepat proses pengangkutan logistik biayanya  akan semakin murah.
 
Sebelumnya Ketua DPD Aptrindo DKI  Mustajab Susilo Basuki, mengatakan Tarif Tol Trans Jawa   terlalu mahal. Misalnya Jajarta - Pasuruan  sekitar  Rp 1.637.000 sekali jalan atau Rp 3.274.000 (P/P). Uang jalan sopir ( komisi dan BBM) Rp 4 - 5 juta P/P.


"Dengan tarif tol sebesar itu plus uang jalan sopir termasuk BBM antara Rp4 - 5 juta P/P," ujar Mustajab, secara bisnis sudah  tidak efisien  angkutan barang menggunakan tol tersebut. Sementara ongkos yang diterima dari pemilik barang berkisar antara Rp 10 - Rp 15 juta.


"Kita sebagai pengusaha angkutan harus menghitung biaya ganti ban. Misalnya kalau trailer dengan ban 22 buah harus ganti setiap 6 bulan kalau dipakai untuk melayani   Jakarta - Surabaya.


This news does not have any tags yet.