Resolusi 2019: Bengkulu Canangkan Empat Program Strategis

Damas Jati - Jakarta, 03/01/2019, 14:04

*Menyambut kedatangan kapal pertama tahun 2019 di Pelabuhan Bengkulu

Memasuki tahun baru 2019, manajemen IPC Cabang Bengkulu berkomitment untuk terus meningkatkan pelayanan. Apalagi, sesuai dengan visi induk perusahaan yang mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun Sustainable Superior Performance untuk menuju World Class pada tahun 2020, aselerasi pelaksanaan sejumlah program strategis perlu dilakukan.


Karena itu, menurut Hambar Wiyadi, General Manager Pelabuhan Bengkulu, pada tahun 2019, managemen akan fokus pada 4 program strategis yakni: pertama, percepatan pembangunan terminal curah cair diatas lahan 17 ha dengan kapasitas 5 juta ton. Saat ini, menurut Hambar, sudah pada tahap pengurusan perizinan.  


“Proses perijinan pembangunan Terminal Curah Cair dan dua Tambahan Fasilitas Dermaga Curah Kering masih di Kementerian Perhubungan. Diharapkan, awal Januari 2019 ini, perijinan dapat diselesaikan,” jelasnya.


Kedua, pengembangan Terminal Curah Kering. Program ini diwujudkan dalam bentuk penambahan 2 dermaga yakni Dermaga Jetty A dan Dermaga Bukit Sunur. “Penambahan dermaga-dermaga tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas sebesar 1,5 juta ton batu bara yang ditangani di dua terminal tersebut,” jelas Hambar.


Ketiga, pembangunan Instalasi Karantina Hewan ((IKH); dan keempat penataan Dermaga Nusantara dan Terminal Perikemas. Diharapkan, terminal petikemas tersebut akan dilengkapi dengan ICT berbasis Terminal Operating System (TOS). “Mudah-mudahan terminal dengan ICT berbasis TOS tersebut akan “go live” pada Februari mendatang,”jelas Hambar.


Program penambahan fasilitas dermaga tersebut, baik untuk Dermaga Jetty A maupun Dermaga Eks Bukit Sunur dengan membutuhkan total investasi sebesar Rp 24 milyar.Untuk Jetty A telah diselesaikan 100% yang dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya berupa conveyor dengan kapasitas 1.500 ton/jam. 


Sementara unruk Dermaga Eks Bukit Sunur diharapkan akan selesai pada triwulan I/2019. Saat ini, dermaga tersebuat sedang dilaksanakan pembangunan berupa dermaga floating rampdoor yang nantinya digunakan untuk melayani kapal jenis tongkang dengan kapasitas 10.000 ton serta didukung dengan fasilitas lapangan dan peralatan bongkar muat berupa 1 unit excavator dan 1 unit whell loader dengan nilai total investasi mencapai Rp. 6,5 milyar.


Volume Meningkat, Kapal Besar Datang


Apabila 2 dermaga pada terminal curah kering sudah dioperasikan, maka akan meningkatkan pendapatan dan nilai aset kepada perusahaan, dan pada gilirannya akan memberikan peningkatan deviden kepada pemerintah.


Dampak langsung dari pembangunan terminal ini: pertama, peningkatan kapasitas daya tampung kapal dengan kapasitas bongkar muat curah kering dari 2,4 juta ton menjadi 3,5 juta ton serta dapat melayani kapal besar (Mother Vessel) serta kapal jenis tongkang. 


Kedua, tersedianya dedicated terminal untuk barang curah kering, sesuai dengan jenis barang yang dibongkar dan muat di terminal tersebut.


Ketiga, mampu melayani kapal-kapal diatas 35 ribu ton dengan peningkatkan produktivitas terminal, tentunya terminal ini akan menjadi “Port of Choice” (pelabuhan pilihan) bagi kapal liner internasional dan regional yang pada akhirnya terminal akan menjadi HUB PORT di pantai barat Indonesia.


Keempat, membantu menurunkan biaya logistic cost dengan tersedianya terminal yang didukung dengan peralatan dan produkvitas tinggi. disertai dengan service pelayanan yang baik. Tentunya ini memberikan kontribusi pada efisiensi biaya transportasi yang ditanggung oleh pelanggan /pemilik barang/cargo owner yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional.


Kelima, peningkatan aktivitas dan operasional pelabuhan yang diimbangi dengan produktivitas dan standar pelayanan yang baik, akan berdampak pada peningkatan penghematan biaya operasional kepelabuhanan dan penghematan nilai waktu (Value of Time).


Ceremony Tahun Baru


KM. Cahaya Baru 3 merupakan kapal terakhir yang bersandar di Pelabuhan Pulau  Baai pada tahun 2018. Kapal tersebut membongkar muatan semen sebanyak 950 ton asal Pelabuhan Teluk Bayur.


Sedangkan Kapal Kontainer  Lagun Mas dari perusahaan pelayaran PT Tempuran Mas menjadi kapal yang pertama kali sandar di Pelabuhan Bengkulu di tahun 2019. Kapal Lagun Mas membawa (bongkar) 90 box petikemas dan muat sebanyak 130 box petikemas dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok.


Dimana masing-masing nakhoda kapal menerima penghargaan dari manajemen IPC Bengkulu yang disaksikan oleh Kepala Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu, M Djunaidin dan jajaran manajemen IPC Bengkulu dan Pejabat dilingkungan KSOP Kelas III Pelabuhan Pulau Baai.


Pada kesempatan tersebut manajemen IPC Bengkulu dan Kantor KSOP Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu menyampaikan penghargaan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada kepada para seluruh pelanggan/mitra kerja/usaha kepelabuanan yang telah mempercayakan pelayanannya kepada IPC Pelabuhan Bengkulu dan KSOP Pelabuhan Pulau Baai- Bengkulu.


Semoga di tahun 2019 ini, Manajemen IPC Bengkulu dan Kantor KSOP Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkesan kepada pelanggan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Pulau Baai – Bengkulu.




This news does not have any tags yet.