Sinergi IPC dengan Pupuk Sriwijaya, Pemda Sumsel, dan BNN, untuk Dorong Pengembangan Pelabuhan di Sumsel

Wilam Chon - Jakarta, 16/03/2019, 13:07

*IPC menandatangani tiga MoU secara bersamaan, masing-masing dengan PT Pusri, Pemprov Sumsel, dan BNN Provinsi Sumsel, di Hotel Aryaduta, Palembang, 15 Maret 2019

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC  melakukan sinergi dengan berbagai pihak melalui penandatanganan memorandum of understanding untuk mendorong penataan dan pengembangan pelabuhan di Provinsi Sumatera Selatan.


Penadatanganan memorandum of understanding atau kesepakatan bersama dilakukan secara bersamaan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta, Palembang, kemarin.


Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemda Sumsel  dilakukan  Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya dan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru,  disaksikan Ketua DPRD Sumatera Selatan dan sejumlah pejabat terkait.


Dengan kerjasama ini, IPC dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan bersama sama melakukan kajian, penyusunan kebijakan dan program terkait kelancaran arus barang di Provinsi Sumatera Selatan.


Kerjasama dengan Pemda Sumsel ini termasuk pengembangan infrastruktur jalan akses menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Pelabuhan Sungai Lais dan Pelabuhan Boom Baru Palembang. 


Kajian mencakup  aspek ekonomi, finansial, teknis, komersial, operasional, legal serta aspek terkait lainnya yang bertujuan untuk pelaksanaan kerjasama pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut dalam (deep sea port)  di Provinsi Sumatera Selatan.


Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengatakan  keberadaan pelabuhan merupakan salah satu bagian terpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan.


Pertumbuhan  ekonomi dimaksud khususnya dalam meningkatkan nilai tambah (added value) dari hulu ke hilir untuk produk-produk maupun komoditas ekspor unggulan yang dimiliki  Provinsi Sumatera Selatan, seperti batu bara, karet, kelapa sawit dan kelapa (coconut). 


“Diharapkan dengan adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan  PT Pelabuhan Indonesia  lI,  pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port) dapat menjadi momentum untuk saling berkomitmen meningkatkan perekonomian Provinsi Sumatera Selatan," ujar Gubernur.


 Dia menerangkan Provinsi Sumatera Selatan sangat kaya akan hasil alam baik hasil tambang maupun pertanian yang menjadi komoditas ekspor unggulan di luar komoditas migas.


Selain itu keberadaan pelabuhan ini nantinya juga diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh sektor mulai dari hulu ke hilir, sehingga proses distribusi barang baik dari maupun ke Provinsi Sumatera Selatan dapat semakin lancar, ujar H. Herman Deru.


Sementara, Nota Kesepahaman IPC dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang ditandatangani oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya dengan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Mulyono Prawiro.


Rencana kerjasama strategis baik dalam pemanfaatan jasa dan fasilitas yang ada, maupun dalam jasa dan kegiatan bisnis lainnya untuk memperlancar dan mengembangkan korporasi.


Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara IPC dengan Badan Narkotika Nasional, (BNN)  menyangkut  Pencegahan, Penanggulangan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Wilayah Kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang. 


 Masing-masing diwakili oleh General Manager IPC Cabang Pelabuhan Palembang, Agus Edi Santoso dan Kepala Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan,  Jhon Turman Panjaitan.  


“IPC dan BNN memiliki visi yang sama, yakni memerangi narkoba dan menyehatkan masyarakat. Kami mendukung penuh upaya BNN dalam mencegah dan menanggulangi penggunaan dan peredaran narkotika khususnya di area Pelabuhan Boom Baru, Palembang.” ujar General Manager IPC Palembang.




Pada akhir acara, Dirut IPC menegaskan  dibutuhkan adanya keselarasan kebijakan, strategi, program dan rencana pengembangan yang sejalan antara IPC dengan program-program strategis stakeholder terkait. 


Ketiga MoU tersebut merupakan satu bentuk platform untuk menyatukan orientasi, meningkatkan penyelarasan/alignment dan mengoptimalkan kolaborasi dalam eksekusi bisnis kepelabuhanan dan kawasan industri di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang dan sekitarnya, ujar Elvyn G Masassya.


This news does not have any tags yet.