Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Pengusaha Logistik Berikan Solusi Antrean Panjang Saat Lebaran

edited July 10 in General

imagePengusaha Logistik Berikan Solusi Antrean Panjang Saat Lebaran

Pelaku usaha jasa logistik mengimbau pemerintah mengambil strategi lain untuk mengatasi peningkatan volume angkutan barang dan kemacetan saat masa Lebaran. Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan biasanya menjelang Lebaran ada antrean panjang menuju pelabuhan. Saat itulah pemerintah biasanya melakukan pelarangan angkutan truk. “Ganjil-genap berlaku dalam H-4 sampai H+3 Lebaran, itu terjadi saat arus mudik, sedangkan proyek semua sedang berjalan seperti LRT (light rapid transit) Cikampek Elevated, dan lainnya,” kata Kyatmaja, Ahad, 14 Mei 2017.Dia menilai, pemerintah belum secara matang menyiapkan strategi selain pembukaan tol pelabuhan laut yang belum ada dampak secara signifikan. Diusulkan seharusnya pemerintah membereskan masalah kemacetan secara online, misalnya mempercepat arus barang dengan sistem online. Bahkan, jika kemacetan di sekitar Cikunir masih terjadi, sebaiknya tarif tol digratiskan saja.“Mengurai kemacetan PR besar nih di gerbang Tol Cikunir dan masalah untuk kemacetan di sekitar Cacing. Belum lagi depo-depo menyebabkan simpul antrean juga, harus diurai simpul-simpul kemacetannya,” ujarnya.Menurut dia, strategi ganjil-genap hanya efektif bagi kendaraan pribadi bukan angkutan barang. Kyatmaja juga memprediksi ada kenaikan volume barang selama Lebaran sampai 30 persen, dimulai menjelang Lebaran sampai ada larangan angkutan barang.“Biasanya karena ada larangan maka volume jadi naik drastis,” katanya mengungkapkan.Sedangkan, Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), mengatakan umumnya pada Lebaran terjadi kenaikan volume angkutan barang sebanyak 30 persen dari hari biasa.Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada pemerintah untuk memberikan aturan pembatasan kendaraan dari tiga bulan sebelumnya agar tidak mengganggu buffer stock.“Satu bulan sebelum Lebaran itu biasanya sudah mulai peak season untuk logistik,” ucap Zaldy menjelaskan saat dihubungi Bisnis, Selasa, 4 April 2017.Dia menilai aturan pembatasan truk sesungguhnya bukan masalah karena tidak berpengaruh pada kenaikan volume barang. Hal ini dikarenakan pengiriman barang biasanya tidak hanya mengandalkan truk, tapi juga kereta api dan kapal laut.“Makin cepat diumumkan (aturan pembatasan truk) sebenarnya makin bagus jadi bisa mengatur stok di daerah-daerah,” ujarnya.Saat ini, Kementerian Perhubungan berencana membatasi angkutan barang truk pengangkut bahan-bahan galian atau tambang hingga 16 hari pada masa angkutan Lebaran 2017, tepatnya pada H-7 sampai dengan H+7 Lebaran.Truk dengan jumlah berat yang diizinkan 14 ton lebih dan truk dengan 3 sumbu atau lebih berencana dibatasi selama 9 hari.

Read the full story here


Comments

Sign In or Register to comment.