Kemenhub Diimbau Pengaturan Lalin Nataru dengan Sistem Buka/Tutup

 

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengimbau Kementrian Perhubungan (Kemenhub) agar tidak melakukan larangan operasi bagi angkutan barang terkait pengaturan lalu lintas pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aptrindo DKI Jakarta, Mustajab Susilo Basuki dalam bincang bincang dengan Indonesia Shipping Gazette di kantornya pada Senin (10/12/2018) mengharapkan kebijakan lalu lintas terkait Nataru ini cukup dengan sistem “Buka” atau “Tutup”.

“Kalau jalanan sedang padat, angkutan barang masuk ke kantong kantong parkir dulu. Setelah terurai dapat berjalan kembali,” ujar Mustajab. Sebaliknya, kalau dilarang beroperasi secara total, sangat merugikan pengusaha angkutan bahkan berpotensi dapat menganggu perekonomian.

Misalnya, ada kapal barang karena sesuatu hal, baru sandar di pelabuhan pada Hari Natal. “Kan harus dilayani. Tapi kalau operasional truk distop total, tidak mungkin angkutan mau keluar garasi karena bisa langsung ditangkap petugas,” kata Mustajab.

Dia juga mengatakan pengusaha angkutan barang sebenarnya sudah punya rencana kerja tahunan. Pada angkutan Lebaran misalnya, kita sudah menghitung akan berkurang kegiatan operasi selama dua minggu dan Libur Nataru satu minggu

“Jadi dengan sendirinya kita sudah menghitung pengurangan kegiatan operasional dalam setahun itu selama sebulan atau hanya 11 bulan beroperasi,” ujarnya.

Sementara kewajiban kita membayar leasing tetap 12 kali setahun, dan THR karyawan tetap jalan. Nah, kalau distop total, sangat merugikan pengusaha angkutan, ujarnya.

Leave a Comment