Aptrindo: Kir Swasta Masih Tunggu Payung Hukum Dasar Penetapan Tarif

*Mustajab Susilo Basuki, Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta

Rencana Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)  membangun faslitas uji kir swasta bekerja sama dengan  TUV Rheinland Indonesia (TRID) terus berlanjut.

TUV Rheinland Indonesia   merupakan anggota  TUV Rheinland (international) group yang berkantor pusat di Jerman dan   sudah   beroperasi di 48 negara dengan memberikan  jasa layanan sertifikasi sistem manajemen  termasuk fasilitas uji kir.

“Kami sudah membentuk perusahaan patungan untuk menjalankan kegiatan uji kir tersebut,” kata Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, Mustajab Susilo Basuki.

“Saat ini kita masih menunggu payung hukum dari Kemenhub sebagai dasar   menetapkan besaran tarifnya. Sementara pengadaan  lahan dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan,” tambah  Mustajab  dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette di Jakarta, kemarin.

Mustajab mengatakan fasilitas tempat pengujian kir kendaraan bermotor  di ibukota  masih sangat  kurang. “Akibatnya  untuk ruji kir  kendaraan jenis  truk besar harus booking dulu (waiting list). Setelah  menunggu 2 sampai 3 minggu baru dapat dilayani,” ujar Mustajab.

Ini berarti pemilik kendaraan harus booking ke tempat  Pengujian Kendaraan Bermotor ( PKB ) sejak 2 atau 3 minggu sebelum masa uji kir kendaraan habis.  “Kalau mengurus   saat masa uji kir habis berarti kendaraan bakal nganggur atau tidak bisa operasi selama 2-3 minggu menunggu hasil uji kir keluar,” ujar Mustajab.

“Karena itulah Aptrindo menjalin kerjasama dengan TUV Rheinland  untuk membuka fasilitas pengujian kendaraan bermotor swasta,” tambahnya.

Aptrindo  sendiri sangat membutuhkan tambahan  fasilitas pengujian kendaraan bermotor untuk menangani uji kir bagi 25.000 kendaraan milik 865 perusahaan angkutan anggota Aptrindo.

Dia mengatakan  di Jakarta terdapat  5  tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), dan satu di antaranya PKB Jagakarsa tidak aktif.

Sementara, PKB Kedaung Angke melayani truk ukuran 8 ton ke bawah  (light truck),  PKB Ujung Menteng, layani kendaraan ringan & menengah, PKB Cakung-Cilincing melayani truk besar seperti trailer dan jenis Wing Box. Sedang PKB Pulogadung khusus melayani kendaraan baru.

Mustajab mengatakan Aptrindo mengharapkan  agar setiap kendaraan wajib uji berkala semuanya menjalani uji kir dengan sungguh – sungguh. Ini penting   karena terkait dengan upaya keselamatan berlalulintas di jalan raya.

Mustajab mempertanyakan apakah semua kendaraan wajib uji kir sudah melaksanakan kewajibannya?

Pasalnya dari sekitar 54.000 truk besar atau kecil di Jakarta baru sekitar 60% atau  32.400 yang tercatat melakukan uji kir di PKB  Pulogadung.

“Ini berarti  sisanya yang  40%  atau 21.600 tidak jelas. Apakah tidak melakukan uji kir atau  begitu dibeli langsung beroperasi  di luar DKI Jakarta,” ujar Mustajab.

Leave a Comment