RUPST PT.INDAH PRAKASA SENTOSA, Ada Pergantian Struktur Dewan Direksi

RUPST PT.INDAH PRAKASA SENTOSA, Ada Pergantian Struktur Dewan Direksi

Keterangan Foto dari Kiri ke Kanan Dewan Direksi PT.INDAH PRAKASA SENTOSA : Hadi Avillia Tamzil (Direktur Independen), Lies Yuliana Winata (Direktur), Eddy Purwanto Winata (Direktur Utama), Lies Erliawati Winata (Komisaris Utama) dan Julius Sidharta (Komisaris Independen) pada acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/4).

JAKARTA – Perusahaan yang bergerak di sektor logistik dan penjualan energi ini berdiri sejak 1950 dengan usaha pertama menjalankan perdagangan dan angkutan bahan bakar berskala kecil. Di tahun 1980, Pada awal April 2018 perusahaan melakukan Initial Pabric Offering (IPO) dengan kode saham INPS. INPS mulai bekerjasama dengan Pertamina untuk mendistibusikan BBM dan pelumas.

INPRASE sendiri memiliki 5 anak usaha yang meliputi :

1.PT.Transido Sentosa, perusahaan yang bergerak dibidang distribusi pelumas Pertamina dan distribusi bahan bakar minyak dan LPG untuk retail melalui SPBU dan SPBE.

2.PT.Barisan Nusantara Sentosa, perusahaan yang bergerak dibidang distribusi pelumas Pertamina.

3.PT.Elpindo Reksa, perusahaan yang bergerak dibidang transportasi LPG subsidi, Logistik dan Transportasi, Pergudangan dan Distribusi.

4.PT.Ekatama Raya, perusahaan yang bergerak dibidang transportasi Bahan Bakar Minyak (BBM)  dan bahan kimia khusus, Logistik Umum, Ekspor-Impor, dan juga perdagangan BBM.

5.PT.Jono Gas Pejagalan, perusahaan yang bergerak dibidang distribusi dan transportasi LPG Non Subsidi.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) atau Inprase Group yang diadakan di Gedung Bursa Indonesia, pada Jumat (12/4). Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui perubahan susunan jajaran direksi, yaitu menerima pengunduran diri Hadi Avilla Tamzil selaku Direktur Independen.

Selain itu, dalam RUPST ini juga mengangkat Adreanus Tatang menjadi Direktur Keuangan menggantikan Lies Yuliana Winata.

Untuk jajaran komisaris, RUPST kali ini menyetujui Lies Yuliana Winata sebagai Komisaris Utama. Dengan begitu Lies Yuliana Winata saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama dan Julius Sidharta selaku Komisaris Independen.

“Sedangkan posisi Direktur Utama tetap dipegang oleh Eddy Purwanto Winata serta Adreanus Tatang selaku direktur,, serta pengesahan rugi bersih konsolidasi tahun buku 2018 yakni Rp11,28 miliar..” ujar Karya Bakti Kaban, Corporate SectretaryPT Indah Prakasa Sentosa.

Di samping itu, perseroan yang dikenal dengan nama Inprase ini dimulai sebagai perusahaan perdagangan di bidang bahan bakar oleh Surya Winata pada 1960 itu harus menambah kerugian dari kondisi bisnis bahan bakar minyak (BBM).

Karya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM menambah tekanan pada pertumbuhan laba pada 2018. “Kenaikan harga BBM itu berpengaruh, sehingga mempengaruhi ke sisi produksi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, pada 1990, Inprase memperluas DIVISI LOGISTIK, bahan bakar, pelumas, dan LPG di Jabodetabek dan cabang lain di Indonesia. Alhasil, saat ini, INPS menjadi perusahaan logistik dan distribusi terintegrasi di Indonesia.

Inprase saat ini memiliki dan mengoperasikan 2 (dua) unit kapal SPOB serta lebih dari 180 unit truk berbagai jenis untuk menunjang kegiatan operasionalnya.

Portofolio pelanggan Inprase saat ini terdiri dari Pertamina sebagai pelanggan terbesar dan berbagai perusahaan manufaktur, logistik, pelayaran, perminyakan dan lain-lain. Saat ini yang menjadi pelanggan Inprase selain Pertamina adalah NSK Bearing Manufacturing, PT Softex Indonesia, PT Fastrata Buana, PT Pelindo Energi Logistik, PT Baria Bulk Terminal, PT. Perusahaan Pelayaran Gurita Lintas Samudra, PT Indorama Venture Indonesia dan PT. Shell Indonesia.

Leave a Comment