Dirut MMI: Ground Breaking Proyek Maritime Tower, Agustus 2019

PT Menara Maritim Indonesia (MMI) sebagai pengembang sekaligus pengelola ‘Maritime Tower ‘ tengah memasarkan 35 % occupancy (hunian) Tower megah itu kepada perusahaan swasta khususnya yang bergerak di bidang kemaritiman dan logistik.

Sedangkan 65 % occupancy rate Tower yang dibangun di atas lahan seluas  1,5 hektare kavling 8-11 Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara itu akan diisi oleh PT Pelindo II/ IPC Group termasuk anak perusahaan.

Hal itu diungkapkan Dirut PT MMI Bagus Dwipoyono dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette di kantornya, Kamis (27/6/2019).

Menurut Bagus, semua anak perusahaan Pelindo II/IPC yang belum punya kantor atau saat ini masih sewa nantinya berkantor di Maritime Tower.

Sementara anak perusahaan yang sudah punya kantor permanen seperti JICT, TPK Koja, IKT dan EDII tetap di kantor lama dan hanya punya kantor perwakilan di Maritime Tower, ujar Bagus.

Dirut PT. MMI mengatakan perusahaan bergerak dibidang kemaritiman dan logistik yang diprioritaskan berkantor di Maritime Tower, antara lain pelayaran, cargo owner, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Forwarding dan sejenisnya.

Menurut Bagus, dengan berkumpulnya pebisnis terkait kemaritiman dan logistik di satu lokasi dimaksudkan agar mereka tidak perlu pergi jauh jauh untuk urusan kegiatan bisnis.

Ditanya progress pembangunan fisik Maritime Tower, Bagus Dwipoyono mengatakan sedang dalam proses mengurus perijinan untuk groundbreaking pada Agustus 2019. Tower iconic ini mulai beroperasi Januari 2021.

Maritime Tower, sebuah gedung prestisius 24 lantai dengan bentuk ‘kapal phinisi’. Tower megah  senilai Rp 741 miliar itu dibangun PT Menara Maritim Indonesia (MMI) yang dibentuk oleh PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan Pelindo II, dan PT PP Properti, anak usaha  PT Pembangunan Perumahan (PP).

Komposisi saham PT Menara Maritim Indonesia (MMI) sebagai pengembang sekaligus pengelola Maritime Tower yaitu 70 % dimiliki PT PPI dan 30 persen dimiliki PT PP Properti.

Untuk mempresentasikan  komunitas maritim, gedung ini mengusung konsep desain arsitektur modern berbentuk kapal phinisi dengan mutu bangunan kelas B+ (B plus) bersertifikasi Green Building grade Gold.

Pemilihan arsitektur gedung berbentuk kapal phinisi diharapkan agar makna, simbol dan nilai filosofi kapal phinisi yang mampu menjelajahi Samudra Pasifik hingga Vancouver, Kanada juga melekat pada ketangguhan Maritime Tower.

Leave a Comment