Pengusaha Truk Perlu Cari Solusi soal Komplain Warga atas Garasi di Plumpang

Pengusaha angkutan barang yang memiliki garasi di daerah Semper dan Plumpang, Jakarta Utara agar menyikapi komplain warga yang minta garasi tersebut pindah ke lokasi lain.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI
Mustajab Susilo Basuki saat memberikan sambutannya pada acara Halal Bi Halal DPP Aptindo dan DPD Aptrindo DKI, Kamis sore (04/07).

Mustajab mengatakan kita perlu duduk bersama untuk menyikapi komplain masyarakat tersebut. “Perlu dipastikan apakah lokasi itu menurut RUTR DKI tidak boleh untuk garasi “?

“Kalau garasi di sana tidak sesuai dengan RUTR, kita siap direlokasi asalkan tetap mendapat pendampingan Pemda khususnya menyangkut keabsahan lahan untuk relokasi. Karena selama ini pengusaha angkutan sering terbelit dengan lahan bermasalah,” ujar Mustajab.

Bicara mengenai rencana Aptrindo untuk membangun fasilitas uji kir swasta bekerja sama dengan  TUV Rheinland Indonesia (TRID), Mustajab mengatakan sampai saat ini sudah beberapa investor yang menyatakan berminat untuk investasi.

TUV Rheinland Indonesia   merupakan anggota  TUV Rheinland (international) group yang berkantor pusat di Jerman dan   sudah   beroperasi di 48 negara dengan memberikan  jasa layanan sertifikasi sistem manajemen  termasuk fasilitas uji kir.

“Kami sudah membentuk perusahaan patungan PT Trakindo Jaya Bersama (TJB) untuk menjalankan kegiatan uji kir tersebut,” kata Mustajab.

“Saat ini kita masih menunggu payung hukum dari Kemenhub sebagai dasar   menetapkan besaran tarifnya. Sementara pengadaan  lahan dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan,” tambah  Mustajab  dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette.

Leave a Comment