Ketua DPD Aptrindo DKI Imbau Anggota Tak Gunakan Buku Kir Palsu

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengajak anggotanya untuk tidak menggunakan buku kir palsu. Karena kir terkait dengan uji kelaikan kendaraan untuk menjamin keselamatan berlalulintas.

Hal itu ditegaskan Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, Mustajab Susilo Basuki dalam percakapan dengan Indonesia Shipping Gazette, Kamis (12/9/2019) menanggapi kasus buku kir palsu yang dibongkar Polres Pelabuhan Tanjung Priok sehari sebelumnya.

Mustajab mengatakan logikanya tumbuh suburnya keberadaan buku kir palsu ini tergantung demand dan supply. Kalau pemilik angkutan wajib kir sadar tidak mau menggunakan buku kir palsu, pencetak dan pendistribusi buku kir palsu akan hilang dengan sendirinya.

DPD Aptrindo DKI Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan jajarannya atas pengungkapan buku kir palsu tersebut.

Mustadjab Susilo Basuki prihatin dengan beredarnya buku kir palsu. Uji kir itu bukan hanya beli buku kir tapi menghadirkan unit armada kendaraannya untuk dilakulan uji kelaikan beroperasi guna menjamin bahwa kendaraan tersebut layak dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya di jalan raya, tambah Mustajab.

Mustajab mengatakan pengungkapan beredarnya buku kir palsu ini sekaligus menjawab sebagian pertanyaan kita selama ini. “Apakah semua kendaraan angkutan barang di ibu kota sudah melaksanakan kewajibannya dengan benar?” ujarnya.

Pertanyaan ini muncul karena dari sekitar 54.000 truk besar atau kecil di Jakarta tahun 2017/2018 baru sekitar 60% atau 32.400 yang tercatat melakukan uji kir di PKB Pulogadung (tempat uji kir kendaraan baru).

“Ini berarti sisanya yang 40% atau 21.600 tidak jelas. Apakah tidak melakukan uji kir atau begitu dibeli langsung beroperasi di luar DKI Jakarta? Sekarang mulai terkuak rupanya ada yang gunakan buku kir palsu,” ujar Mustajab.

Namun dia mengakui dalam hal pelaksanaan uji kir, pengusaha angkutan barang menghadapi kendala yaitu fasilitas tempat pengujian kir kendaraan bermotor di ibukota masih sangat kurang. “Akibatnya untuk ruji kir kendaraan jenis truk besar harus booking dulu (waiting list),” ujar Mustajab

“Karena itulah Aptrindo menjalin kerjasama dengan TUV Rheinland untuk membuka fasilitas pengujian kendaraan bermotor swasta,” tambahnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut
Aptrindo sedang menggodok, menganalisa dan mematangkan serta mengajukan segala perijinan kami untuk segera membangun kir swasta nasional.

Sehari sebelumnya (Rabu 12/9/2019), Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus pemalsuan buku KIR, pemalsuan meterai dan pemalsuan surat izin operator (SIO). Dari ketiga kasus tersebut, polisi mengamankan 8 tersangka bersama barang bukti.

Khusus mengenai buku kir palsu,
polisi mengamankan 4 pelaku, yakni ID, IZ, AS dan DP. Pelaku dalam melakukan kejahatannya mengaku sebagai biro jasa mengurus pembuatan dan perpanjangan KIR tanpa repot, tanpa berbelit, cepat dan mudah.

Para tersangka sudah beroperasi satu tahun. Untuk satu buku kir baru diminta Rp300 ribu dan Rp200 ribu untuk perpanjangan, ujar ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Hutagalung dan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP David Kanitero bersama Kepala UP PKB Cilincing Dishub DKI Jakarta, Bernad Pasaribu, dan Ketua Aptrindo DKI, Mustajab Susilo Basuki.

Leave a Comment