Hapag-Lloyd: Kinerja 2019 dan Target dalam Ketidakpastian Bisnis 2020

higher-volumes-drive-hapag-lloyds-earnings-up

Di tengah situasi ekonomi global yang tumbuh tidak begitu menggembirakan, pada tahun 2019, pendapatan dan keuntungan Hapag-Lloyd naik cukup signifikan.

Menurut laporan keuangan perusahaan tersebut yang baru saja di-release, pelayaran Jerman tersebut membukukan laba bersih USD 168 juta  pada tahun lalu,naik 22,6% dari tahun sebelumnya. Total penerimaan tercatat sebesar USD3,6 miliar, naik 3% dari tahun sebelumnya . Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) juga naik sebesar 36,2%, menjadi USD 617 juta .

Apa yang menyebabkan perusahaan tersebut tetap berkinerja positif kendati ekonomi global sedang slow down pada tahun lalu? Dalam penjelasan terkait kinerja keuangan yang positif tersebut, Direktur Eksekutif Hapag-Lloyd Rolf Habben Jansen, menjelaskan tiga faktor utama yakni peningkatan volume yang ditangani, tarif angkut (freight rate) yang lebih baik, serta efisiensi operating cost (biaya operasional).

“Tahun 2019, ekonomi global tidak begitu menggembirakan karena sejumlah faktor. Tetapi, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja kami. Tahun 2019 adalah tahun yang sangat baik untuk Hapag-Lloyd,” kata Rolf.

“Kami diuntungkan dengan kenaikan volume yang kami tangani serta freight rate yang lebih baik. Disamping itu, kinerja tersebut juga ditopang dengan penerapan strategi yang tepat  (strategi 2023). Hal-hal tersebut mendorong pencapaian kami jauh di atas hasil tahun sebelumnya,” lanjut Rolf.

Menurut Rolf, freight rate rata-rata tahun lalu mencapai 1.072 USD/TEU, naik 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Memang, kami lebih fokus pada jalur-jalur perdagangan yang lebih menguntungkan,” katanya,

Total volume yang ditangani pelayaran ini juga naik. Secara global, Hapag-Lloyd menangani 12 juta TEUs pada tahun lalu, naik 1,4% dari tahun sebelumnya.

Peningkatan keuntungan juga dipicu oleh biaya penanganan dan pengangkutan darat yang lebih rendah, harga konsumsi bunker rata-rata sedikit lebih rendah dari USD 416 per ton, serta pengaplikasian pertama kali IFRS 16 yang memiliki efek positif pada biaya transportasi.

Dengan pendapatan yang cukup besar tersebut, Hapag-Lloyd berhasil menlunasi utang hampir USD 1 miliar (lebih dari EUR 800 juta) pada tahun lalu (tidak termasuk IFRS 16). Hal ini membuat Rasio utang lebih kecil menjadi 3 kali, lebih rendah dari target 3,5 kali yang ditetapkan pada awal tahun.

Sehubungan dengan ini, Dewan Eksekutif dan Dewan Pengawas Hapag-Lloyd AG mengusulkan pada Rapat Umum Tahunan untuk pembagian dividen sebesar EUR 1,10 per saham.

Target dalam Ketidakpastian Bisnis 2020

Kendati bisnis akan berjalan dalam ketidapastian menyusul merebaknya coronavirus, untuk tahun 2020, Hapag-Lloyd mengharapkan EBITDA sebesar EUR 1,7 hingga 2,2 miliar dan EBIT sebesar EUR 0,5 hingga 1,0 miliar.

Menurut Rolf, tahun 2020 memunculkan ketidakpastian yang jauh lebih tinggi dari biasanya, terutama karena wabah coronavirus. Volume peti kemas global akan dipengaruhi oleh krisis pandemi coronavirus, dan sejauh mana dampaknya belum bisa dipastikan. Untuk itu, Hapag-Lloyd akan mengantisipasinya dengan menyesuaikan kapasitas transportasi yang disediakan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permintaan yang diperkirakan akan lebih rendah. Ini akan berdampak pada pendapatan perusahaan, setidaknya pada paruh pertama tahun 2020.

“2020 akan menjadi tahun yang sangat tidak biasa. Wabah coronavirus telah mengubah pasar begitu cepat dalam beberapa minggu terakhir.”

Roft mengakui bahwa setelah guncangan awal, pasar di China dan negara-negara Asia lainnya telah mulai pulih dan mungkin lebih cepat dari yang ditakuti banyak orang, Tetapi,  saat ini benua lain juga terkena dampaknya, dan akan sangat signifikan.

“Dalam beberapa minggu ke depan, bahkan beberapa bulan, kami akan fokus pada tiga hal yakni menjaga keselamatan dan kesehatan semua karyawan kami, menjaga rantai pasok pelanggan kami, serta mengambil langkah-langkah penting dari sisi finansial untuk mengantisipasi jika situasi ini berangsung lebih lama,” tegas Rolf.

Sumber: Hapag-Lloyd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *