Semangat Heroisme Diperlukan agar Pelabuhan Tetap Operasi di Tengah Ancaman Covid-19

Oleh: Harijanto, Executive Director of Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Di beberapa negara, dalam situasi merebaknya coronavirus (covid-19), pelabuhan sebagai Gateway (pintu gerbang), Link (mata rantai), Interface (antar muka) dan Industrial Entity tetap melaksanakan fungsinya untuk melaksanakan kegiatan kepelabuhan selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu (24/7).

Mereka adalah garda terdepan dalam geliatnya menumbuhkan dan meningkatkan perdagangan di dalam suatu negara agar negara tidak collapse dalam situasi seperti ini. Tekad dan pengabdian mereka kepada negara patut diapresiasi dan dijadikan gambaran bahwa pekerjaan dan usaha yang mereka lakukan adalah sebuah pengabdian tanpa batas kepada negara dan institusinya. Membuat kita sadar bahwa begitu mulianya tugas dan tanggung jawab mereka.

“Sebagai bagian dari pelabuhan ini, saya bangga bahwa pelabuhan ini serta industri terkait di dalamnya telah menunjukkan tanggung jawabnya terhadap ekonomi masyarakat,” kata CEO Pelabuhan Rotterdam Allard Casetelein menegaskan. Kendati dibayang-bayangi oleh ancaman covid-19, Pelabuhan Rotterdam merupakan salah satu pelabuhan yang tetap buka non stop.

“Setiap orang tentu memiliki kontribusi. Ada yang berperan sebagai pemandu kapal, ada crew kapal, ada operator bunker, ada yang mengurus kargo nya, ada master pelabuhan yang terus menerus mengawasi keamanan dan ketertiban di perairan. Dan kami di sisi pelabuhan tetap bekerja non-stop, 24/7,” lanjutnya.

Harapan agar pelabuhan tetap beroperasi juga dilontarkan Organisasi perusahaan pelayaran internasional International Chamber of Shipping (ICS) dan asosiasi pelabuhan dunia the International Association of Ports and Harbours (IAPH). Kedua organisasi tersebut bahkan meminta para pemimpin negara-negara G20 untuk mengambil tindakan konkrit dalam melindungi keberlangsungan aktivitas sektor maritim dan rantai pasok global.

“Dalam masa krisis global saat ini, sangatlah penting untuk tetap menjamin keberlangsungan aktivitas rantai pasok global dan kegiatan perdagangan serta transportasi laut tetap berjalan. Angkutan laut adalah darah kehidupan dunia. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kita mendistribusikan kebutuhan pokok seperti makanan, peralatan medis, bahan baku, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainya tanpa transportasi laut. Kita akan menghadapi situasi yang lebih sulit jika tanpa transportasi laut,” demikian bunyi surat kedua organisasi tersebut kepada para pemimpin negara G20.

Mungkin itu pula yang menjadi landasan mengapa pemerintah India tetap membuka pelabuhannya tentu dengan pengawasan yang ketat. Menjamin untuk menangkal penyebaran virus ini pada satu sisi, namun pada sisi lain juga menjamin distribusi barang. Direktorat Jenderal Shipping India telah mengeluarkan peraturan untuk memastikan bahwa perdagangan tetap berjalan di tengah ketakutan virus corona.

India memastikan bahwa layanan terhadap aktivitas pelayaran (shipping) akan terus berjalan sehingga barang-barang dan komoditas untuk kebutuhan pokok seperti bahan bakar, pasokan medis, biji-bijian makanan dll, dapat terdistribusi sehingga kegiatan ekonomi negara tidak terganggu.

Di pelabuhan pelabuhan di Indonesiapun juga menerapkan hal yang sama seperti negara negara lain didunia, yaitu melaksanakan kegiatan pelabuhan 24 jam. Bahu membahu untuk melakukan pelayanan terbaiknya. Bahu membahu agar negara tidak slowdown dalam kegiatan ekspor impornya. Langkah yang sangat heroik dari putra putri terbaik bangsa.

Nun disana para medis yaitu dokter dan perawat serta relawan juga melakukan hal yang sama yaitu berjuang bersama sama untuk membantu anak bangsa yang terpapar akan covid 19 serta melakukan edukasi terhadap masyarakat akan covid 19. Kita mendoakan agar mereka selalu diberikan kekuatan dan berharap agar badai ini cepat berlalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *