Titik Balik China Melawan Covid-19, Harapan Bagi Pelaku Jasa Pengiriman

by Harijanto (Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim)

 

Setelah satu pekan awal di Bulan Maret diumumkannya tidak ada lagi masyarakat  kota Wuhan yang terkena suspect Covid 19 dan meredanya wabah virus tersebut di seluruh wilayah Tiongkok, secara berangsur-angsur pemerintah China membuka kebijakan lockdown dengan pemberian kartu sehat kepada masyarakat yang telah bebas dari pandemi virus corona. Mereka yang sehat telah diberikan keleluasaan untuk memulai bekerja kembali dan melakukan aktivitasnya seperti sebelumnya.

Namun bagi masyarakat yang masih sakit atau masih terkena suspect dari virus corona, pemerintah Tiongkok memberlakukan karantina ketat. Di jalan tol saat ini ada beberapa antrian kendaraan yang sangat panjang tidak seperti hari sebelumnya dan bahkan tidak seperti hari sebelum adanya pandemi. Ternyata antrian panjang tersebut dikarenakan adanya pemeriksaan dari tim medis dan polisi Tiongkok terhadap para penumpang kendaraan untuk memperlihatkan kartu sehat yang telah diberikan kepada masing-masing warganya yang sudah terbebas dari virus yang mematikan tersebut.

Apabila ada kedapatan warganya tidak dapat menunjukkan kartu sehatnya maka tim medis dan polisi Tiongkok akan langsung membawa warganya tersebut kerumah isolasi negara dan diberikan sanksi. Departemen Kesehatan Tiongkok membebaskan warganya yang telah terbebas dari virus corona untuk beraktivitas kembali dengan pertimbangan bahwa mereka yang pernah terpapar virus tersebut sudah mempunyai imun pada diri mereka sendiri dan mampu untuk melawan apabila ada serangan kembali dari virus tersebut.

Pemerintah Tiongkok juga memberikan kepada warganya vitamin, nutrisi dan buah-buahan serta edukasi pola hidup sehat dan berseri secara contiune.

Seperti kita tahu selama ini bahwa budaya kerja keras yang ditanamkan negara komunis ini kepada warganya sangat penting, dimana produktivitas yang tinggi menjadi role model bagi masyarakatnya. Sehingga masyarakat Tiongkok telah terbiasa akan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Dan hal itu adalah salah satu ciri-ciri dari negara komunis seperti halnya Korea Utara.

Pemerintah Beijing juga menerapkan kebijakan harga murah untuk semua produk baik itu dalam negeri maupun luar negeri. Dengan didukung oleh kebijakan pemerintah Tiongkok dalam menstabilkan harga-harga bagi masyarakatnya sehingga harga-harga yang beredar di negaranya sangat murah dan terjangkau. Dan ini juga yang membuat para investor dari negara-negara lain beramai-ramai menanamkan atau membuka industri-industrinya di negara tirai bambu ini dikarenakan upah buruh atau tenaga kerja sangat murah dan dapat membuat produk-produk yang dihasilkan oleh industri disana sangatlah kompetitif.

Saat ini China kembali bergairah dalam menapaki dunia industri dan perdagangannya setelah hampir delapan pekan terpuruk dan menjadi otoritarian. Menyadari ketertinggalannya atas pandemi yang baru terjadi, China perlahan namun pasti akan kembali ke panggungnya yang selama beberapa pekan ditinggalkannya. Dengan kekuatan resources, human culture dan fundamental ekonomi yang kuat, menjadikan China dapat kembali mengambil tampuk kepemimpinan perdagangan global.

China telah hadir kembali, China telah bangkit. Dua kalimat tersebut adalah bukan kalimat bertepuk sebelah tangan saja namun melainkan kalimat yang terlontar dari negara-negara lain yang mengharapkan agar China dapat segera pulih dari pandemi dan berkiprah kembali ke kancah perdagangan global. Karena bukan saja negeri China yang butuh akan perdagangan global namun yang lebih itu mereka atau negara lainnya butuh kehadiran China karena merupakan mata rantai pasok perdagangan dunia.

Saat ini China akan memulai kembali perdagangannya dengan lembaran baru dengan semangat baru untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain. Ini tentu menjadi berita yang sangat bagus, tidak hanya bagi perkonomian China sendiri, tetapi bagi industri perdagangan dunia, industri jasa pengiriman khususnya, baik shipping maupun logistik. Saat ini, dengan kontribusi China yang sangat besar bagi perdagangan global, ada begitu banyak perusahaan jasa pengiriman yang sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dengan China.

Memang masih ada hal yang mencemaskan. Negara-negara lain terutama rival beratnya yaitu Amerika baru mulai merasakan akan hantaman pandemi dinegaranya dan sibuk mencurahkan perhatian untuk menangkal penyebaran covid-19. Tentunya fundamental ekonomi Amerika dan negara-negara lainnya akan terpengaruh dan terganggu serta diuji ketahanan ekonominya. Disaat wabah di negeri Tiongkok asal dari virus tersebut berpandemi sudah mereda dan hilang namun disaat lain hampir diseluruh negara pandemi itu baru mulai menyerang dan tumbuh subur, “Welcome to the Covid 19.”

Tentu ini menjadi pukulan juga bagi sektor jasa pengiriman. Tetapi, setidaknya, kebangkitan China setelah rontoknya aktivitas industri di negara tirai bambu tersebut adalah sebuah pesan. Pandemi ini berakhir. Ekonomi, termasuk jasa pengiriman, akan kembali bergairah. Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *