Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok dan Kadishub DKI mengapresiasi langkah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) yang telah beberapa kali melakukan pelatihan dan uji kompetisi kepada pengemudi angkutan barang.
Hal itu diungkapkan Kepala OP Hermanta dan Kadishub DKI Sigit Wijatmoko saat menghadiri uji kompetensi bagi 20 pengemudi truk angkkutan barang dari PT Bina Sinar Amity (BSA) di Jalan Cilincing, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (13/10/1018).
Hermanta mengatakan pengemudi merupakan faktor penting dalam mencapai keamanan dan kelancaran arus lalulintas termasuk arus barang.
Dia mengharapkan pengemudi yang sudah memiliki sertifikasi kompetensi nantinya menjadi pengemudi yang mampu mematuhi aturan lalulintas termasuk mampu mengantisipasi kemacetan.
Menurut Hermanta, pengalaman di Pelabuhan Tanjung Priok seperti di pintu masuk TO3 masih sering terjadi kemacetan akibat sikap (attitude) pengemudi yang tidak sabar dan saling salip kendaraan.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko mengatakan pelatihan dan uji kompetensi sopir truk ini selaras dengan program Pemda DKI.
Pemda DKI tahun 2018 ini membuka diklat bagi pengemudi abgkutan umum dengan target 2.000 orang.
Sigit mengatakan sekarang ini pelatihan hanya untuk sopir angkutan umum. Tapi tahun 2019 Pemda DKI siap mengalokasikan anggaran untuk pelatihan bagi sopir angkutan barang.
Kedepan ini, kata Sigit, Gubernur menginginkan semua pengemudi di DKI Jakarta sudah melalui uji kompetensi.
Ketua DPD Aptrindo DKI Mustajab Susilo Basuki megharapkan semua pengemudi masuk Pelabuhan nantinya sudah melalui uji kompetensi agar kecelakaan lalulintas dapat ditekan.
Namun, tambahnya, pelatihan dan uji kompetensi bagi pengemudi hanya dapat dilakukan di luar hari kerja seperti hari Sabtu. Karena pada hari kerja tidak mungkin diijinkan oleh pengusaha angkutan.
Jenminy Mulyana dari PT BSA mengatakan setiap pengemudi harus melalui uji kompetensi. Kalau tidak, tambahnya, sulit untuk bersaing.

