Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi semacam “Laboratorium” dalam hal pelayanan yang lebih efisien dan tarif lebih murah.
Sehubungan dengan harapan itu Menhub mendorong PT Pelabuhan Indonesai II (Pelindo II) agar mempelajari kinerja pengelolaan pelabuhan internasional di Singapura oleh Port of Singapura Autority (PSA).
“Di Pelabuhan PSA, Singapura semakin cepat pelayanan berdampak pada tarif semakin murah,” kata Budi Karya dalam acara Forum Ekspor 500 untuk meningkatkan ekspor 500% melalui Digitalisasi dan Efisiensi Logistik Nasional di Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Forum 500 Ekspor yang digelar Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dihadiri Wakil Ketua Umum KADIN Benny Sutrisno, Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor KADIN Handito Joewono, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II, Saptono RI, serta pejabat di lingkungan Pelindo II dan direksi anak perusahaan Pelindo II.
Menhub kemudian minta agar Saptono membuat semacan simulasi untuk menemukan kinerja yang menghasilkan layanan efisien dan tarif lebih murah.
“Coba pak Saptono kalau perlu kerjasama dengan Kadin buat simulasi untuk mencapai layanan lebih efisien dan tarif lebih murah. Tidak perlu memikirin keuntungan Pelindo II banyak dulu,” ujar Menhub.
Menhub mengatakan pada era digitalisasi sekarang ini semua stakeholder harus kerjasama untuk mencapai hasil yang prima.
Misalnya, Pelindo II dan KADIN mulai me-mapping barang-barang asal Indonesia di PSA Singapura, seperti kelapa sawit dan pulp. “Untuk mempelajari cara mereka menangani komoditas tersebut dengan layanan efisien dan tarif lebih murah.”
Ketua KADIN Rosan P Roeslani dalam siaran persnya yakin peningkatan ekspor Indonesia sebesar 500 persen akan dicapai dalam waktu10-15 tahun mendatang.
“Yang menjadikan ekspor Indonesia meningkat 500 persen menjadi setidaknya USD 750 miliar pada 2030 melalui lima pilar utama strategi akselarasi peningkatan ekspor Indonesia,” kata Rosan.
Kelima pilar meliputi: Penambahan jumlah eksportir, Diversifikasi produk ekspor, Pengembangan pasar ekspor, Peningkatan harga ekspor, dan Pengembangan ekosistem ekspor.
Dia menambahkan peningkatan ekspor 500 persen melalui degitalisasi dan efisiensi merupakan implementasi Roadmap peningkatan ekspor nasional 500 persen yang disusun Kadin bidang perdagangan dan disampaikan kepada pemerintah pada TEI 2016.
Efisiensi sistem logistik meliputi aspek informasi, transportasi, inventory, warehousing, material handling dan packaging diyakini akan memberikan kontribusi positif pada peningkatan ekspor nasional
Sementara Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono RI mengatakan empat langkah strategis dilakukan Pelindo II untuk mewujudkan pelabuhan efisien.
Ke 4 langkah meliputi: Peningkatan pelayanan, Pembangunan proyek strategis, Penerapan sistem informasi layanan tunggal berbasis internet (inaportnet), dan Sistem pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration , e-booking, e-tracking & tracing, e-payment, e-billing dan e-care.

