Pelindo II Fokus Selesaikan Dermaga Kijing, MMI & Digital Port

*Dani Rusli Utama, Ditektur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II

PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) saat ini sedang fokus  menyelesaikan sejumlah proyek, antara lain: pembangunan Dermaga Terminal Kijing, Menara Maritim Indonesia (MMI) , dan pelaksanaan program menuju Digital Port.

Ditektur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama  mengungkapkan itu dalam bincang bincang dengan Indonesia Shipping Gazette di ruang kerjanya, Rabu (4/7/2018).

Khusus mengenai pembangunan Teriminal Kijing, Kalimantan Barat (Kalbar), katanya, saat ini tengah dibangun dermaga petikemas dan  multipurpose dengan  total panjang 1000 meter dengan kedalaman -15 LWS.

Dermaga petikemas dan multipurpose yang mampu menampung lima kapal sekaligus (5 berth)  ini diharapkan mulai beroperasi pada akhir 2019.

Secara keseluruhan, tambah Dani, untuk pembangunan Terminal Kijing di Kalbar ini, Pelindo II mengalokasikan anggaran Rp 3,5 triliun dengan total kebutuhan lahan mencapai 200 hektare. “Sampai saat ini lahan yang sudah dibebaskan mencapai 25%,” tambah Dani.

Menyinggung pembangunan Menara Maritim Indonesia (MMI), Dani mengatakan konstruksinya mulai 2019 dikerjakan secara masif dan diharapkan  selesai dalam tahun 2019 itu juga. Pelindo II mengalokasikan anggaran Rp 1,2 triliun untuk pembangunan MMI.

“MMI yang dibangun di eks  lahan PT Berdikari Tanjung Priok setinggi  25 lantai ini nantinya akan dimanfaatkan untuk kantor 17 anak perusahaan Pelindo II termasuk kantor pusat dan sisanya disewakan kepada umum,” kata Dani.

Sementara sebagian eks lahan kantor pusat Pelindo II sekarang ini (Jalan  Pasoso) nantinya digunakan untuk tempat kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok maupun Syahbandar dan sebagian lainnya untuk mendukung  kegiatan di pelabuhan seperti lapangan penumpukan (CY).

Ditanya untuk apa lahan Pelindo II eks Perkantoran Yos Sudarso Mega? Dhani menolak menjelaskan karena masih dikaji di Direktorat Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II.

“Sementara langkah yang dilakukan Pelindo II untuk menuju digital port antara lain membangun sistem yang mampu memantau kegiatan semua peralatan di semua pelabuhan di bawah Pelindo II,” ujar Dani.

Menurut Dani, beberapa sistem tersebut antara lain disebut Remote Crane Monitoring Managemen System (RCMMS) dan Electronic Fasility Monitoring (EFM) Dia mengatakan nantinya semua peralatan pelabuhan termasuk di cabang cabang setiap saat  dapat dipantau.

Menjawab pertanyaan, Dani mengatakan Musium Maritim di Pelabuhan Tanjung Priok segera dioperasikan bulan Juli ini juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *