Keamanan Perairan Indonesia Meningkat

ReCAAP Q1 2019 Report

Berdasarkan data yang dirilis ReCAAP ISC mengenai pembajakan dan perampokan bersenjata di lautan asia periode triwulan pertama 2019, perairan Indonesia terbilang menjadi lebih aman jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang lalu. Triwulan pertama tahun 2019 ini, hanya terdapat 3 laporan perampokan bersenjata di perairan Indonesia. Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018 yang lalu, dimana total laporan mencapai 9 insiden perampokan.

Pada periode Januari hingga Maret tahun 2019 ini, terdapat 10 laporan mengenai insiden perampokan kapal di wilayah ASIA. Dari 10 laporan, 8 terjadi saat kapal sedang bersandar atau berlabuh, sedangkan 2 terjadi saat kapal sedang berlayar. Rinciannya adalah 3 terjadi di China, 3 di Indonesia, dan 2 di Filipina untuk insiden saat kapal bersandar. Sedangkan 2 insiden saat kapal berlayar terjadi di SOMS.

Berikut adalah data mengenai perampokan di perairan Indonesia yang dilaporkan oleh ReCAAP ISC sejak tahun 2007. Pada tahun 2007 terjadi 7 serangan dan 1 percobaan serangan. 2008 terjadi 2 serangan dan 1 percobaan. 2009 terjadi 1 serangan. 2010 terjadi 5 serangan dan 4 percobaan. 2011 terjadi 6 serangan. 2012 terjadi 17 serangan dan 1 percobaan. 2013 terjadi 19 serangan dan 1 percobaan. 2014 terjadi 14 serangan. 2015 terjadi 5 serangan. 2016 terjadi 3 serangan. 2017 terjadi 6 serangan dan 2 percobaan. 2018terjadi 7 serangan dan 2 percobaan. Dan tahun 2019 terjadi 2 serangan dan 1 percobaan. Data ini merupakan total laporan insiden pada periode Januari hingga Maret pada setiap tahunnya.

Selain menurunnya laporan insiden, pada periode triwulan pertama 2019 ini tidak ada laporan mengenai insiden penculikan dan/atau penyanderaan awak kapal di perairan Indonesia. Meskipun periode triwulan pertama merupakan periode yang dirasa terlalu dini untuk memperkirakan trend tahunan, namun ReCAAP ISC mengapresiasi peningkatan keamanan dan keselamatan yang terjadi di perairan Indonesia.

Berikut adalah data mengenai perampokan di perairan Indonesia. Kasus pertama terjadi pada 11 Januari 2019 di Ciwandan. Insiden ini berupa pencurian spare parts untuk generator kapal. Dalam insiden ini, tidak ada orang yang terluka.

Insiden kedua tercatat pada tanggal 6 Februari 2019 dan terjadi di Belawan. Saat kapal sedang bersandar, terdapat penyusup yang diketahui menaiki kapal. Namun penyusup tersebut diketahui oleh pihak keamanan yang segera menyalakan alarm. Penyusup tersebut kemudian melarikan diri menuju perahu kayu yang ia gunakan. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui nozzle selang kebakaran hilang dicuri oleh pelaku.

Kejadian ketiga tercatat pada 25 Februari 2019 di Taboneo. Insiden ini berupa upaya percobaan memasuki kapal oleh orang tak dikenal. Saat kapal sedang bersandar, petugas jaga melihat ada dua orang yang berusaha menaiki kapal melalui rantai jangkar. Petugas kemudian segera membunyikan alarm untuk memanggil seluruh awak kapal. Menyadari aksi mereka sudah diketahui awak kapal, pelaku percobaan penyusupan langsung melarikan diri.

Referensi:

http://www.recaap.org/reports

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *