Managemen IPC: Hoax! Kabar Air Surut di Pelabuhan Kelolaan IPC Pasca Gempa 6.9 R

Pasca terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6,9 skala richter yang semula berstatus potensi tsunami di perairan Samudera Hindia Selatan Jawa, Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB, seluruh pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC kembali beroperasi normal.

Pelabuhan kelolaan IPC yang terletak di sekitar terjadinya gempa yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Ciwandan (Banten), Pelabuhan Panjang (Bandar Lampung) dan Pelabuhan Bengkulu.

Sebelumnya, dikutip dari info resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), skala gempa di update dari semula 7,4 skala richter menjadi 6,9 skala richter yang berpusat di Pandeglang, Banten. Peringatan dini potensi tsunami juga tercatat berakhir sejak sekitar pukul 21.30 WIB hari ini.

“Saat ini operasional pelabuhan telah kembali berjalan normal. Kami tetap memonitor kondisi terkini di lapangan dan memastikan seluruh tim di lapangan tetap memperhatikan prosedur keselamatan kerja”, kata Sekretaris Perusahaan IPC, Shanti Puruhita.

Beredarnya video dengan kabar air surut di sejumlah perairan dekat pelabuhan yang dikelola IPC merupakan kabar tidak benar. Manajemen IPC menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta tidak mudah terprovokasi dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

“Cabang Pelabuhan IPC yang terdampak gempa seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Ciwandan, Panjang dan Bengkulu saat ini dalam kondisi aman terkendali. Operasional kami lanjutkan segera setelah peringatan dini gempa berakhir.” tutup Shanti Puruhita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *