Mewujudkan Poros Maritim Dunia, Sektor Maritim Indonesia Tawarkan Potensi Investasi yang Menarik

(photo kiri-kanan): Sita Evita Dewi (IPERINDO), Steven Chwee (RPE), Darmansyah Tanamas (INSA), dan Liana tresnawati (ABUPI) di acara konpres IME, Jakarta (09/10). (dok. rpe)

Dengan panjang pantai mencapai 97 ribu kilometer dan memiliki lebih dari 17.500 pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang luar biasa melimpah dengan memiliki potensi investasi yang sangat besar di sektor maritim.

Mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim merupakan salah satu dari 5 pilar pembangunan yang telah ditentukan oleh pemerintah Joko Widodo dan telah menjadi target utama para investor disektor maritim.

Menjawab salah satu visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Reed Panorama Exhibitions (RPE) kembali menghadirkan Indonesia Maritime Expo (IME) 2019 untuk masyarakat – lebih jauh memberi wawasan tentang industri maritim Indonesia, mempromosikan investasi industri bahari dan membuka potensi kerjasama antar pelaku industri maritim baik dalam maupun luar negeri.

Perhelatan IME 2019, yang telah memasuki tahun yang ke 7, merupakan kerjasama antara RPE dan INSA (Indonesia National Shipowners’ Association), IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia), serta ABUPI (Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia).

Steven Chwee, General Manager Reed Panorama Exhibitions mengatakan: “Indonesia Maritime Expo 2019 diharapkan dapat menjadi jendela bagi dunia untuk mengetahui perkembangan Industri maritim di Indonesia. pemerintah telah melakukan berbagai pembangunan di industri ini, untuk itu melalui acara ini kami ingin turut aktif mempromosikan industri maritim Indonesia ke mata dunia dengan mempertemukan para pengambil keputusan dan pelaku usaha terkemuka di industri maritim kelas dunia, baik dari sektor publik maupun swasta dalam suatu acara bertaraf internasional. Acara ini diadakan oleh industri dan untuk industri agar dapat mendorong alih pengetahuan dan peluang pelatihan serta pekerjaaan di sektor maritim ini.”

Selain pembangunan infrastruktur industri maritim, pemerintah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pasar dalam negeri sebagai base load untuk pengembangan industri perkapalan. Namun kita tahu masih banyak kendala yang dihadapi oleh industri seperti ketersediaan bahan baku, teknologi dan sumber daya masih menjadi pekerjaan rumah terpenting pemerintah.

Sedangkan Carmelita Hartoto (Ketua Umum INSA) yang diwakili oleh Darmansayah Tanamas (Wakil Ketua INSA): “Kami sebagai mitra strategi IME 2019 sangat antusias dalam menyambut penyelenggaraan Indonesia Maritime Expo pada tahun ini. Tidak hanya sekedar membahas tentang update industri maritim saat ini, namun acara ini juga akan membahas tentang peluang serta tantangan – tantangan yang ada dalam industri maritim.”

Edy Logam, Ketua Umum IPERINDO, yang diwakili oleh Sita Evita Dewi, perwakilan IPERINDO: “Salah satu acara penting yang akan digelar di IME adalah konferensi yang akan membahas isu – isu krusial dan terhangat di industri maritim. Dengan menghadirkan narasumber dan pemikir ahli, kami berharap melalui acara ini kita dapat berbagi dan bertukar wacana, mendorong kerjasama guna meningkatkan daya saing serta menyongsong masa depan industri maritim Indonesia yang lebih baik.”

Disamping itu dalam perhelatan ini RPE bekerja sama dengan ABUPI mengadakan kegiatan forum Indonesia Seaport Service (ISS) yang bertujuan untuk mendorong dan mempromosikan pelabuhan kepada para strategic investor serta mendukung kerja sama Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dengan Pemerintah.

Liana Tresnawati, Sekretaris Jendral ABUPI mengatakan “Kami gembira dapat menyelenggarakan forum Indonesia Seaport Services di Indonesia Marirtim Expo 2019 dan berharap forum ini mampu mempromosikan serta memberikan gambaran jelas kepada para investor tentang perkembangan pelabuhan di Indonesia. Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan minat para investor untuk berinvestasi ke pelabuhan umum agar dapat mendukung perekonomian daerah.”

IME 2019 merupakan pameran dan konferensi Industri Maritim dua tahunan yang kembali diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 16 – 18 Oktober 2019, di Hall D 1, JIExpo Kemayoran.

Dengan semangat mempromosikan industri maritim ke kancah internasional, RPE bersama para stakeholder berhasil menjadikan IME sebagai agenda yang wajib dua tahunan yang harus di kunjungi oleh para pelaku usaha industri maritim di Indonesia dan regional.

Dengan area pameran seluas 1.200 m2, ratusan usaha industri maritim dari 7 negara (Indonesia, Singapura, China, Belanda, Yunani, Thailand dan Italia) akan datang meramaikan gelaran IME 2019 dan tentunya pengunjung tidak dikenakan biaya sepersen pun untuk masuk kedalam acara ini.

IME 2019 akan menjadi tuan rumah lebih dari 100 peserta pameran dari 7 negara (Indonesia, Singapura, China, Belanda, Thailand, Yunani, Itali) serta 4 Pavilion negara(Belanda, Singapura, China dan Indonesia) dan diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan bagi 3.000 pengunjung dan delegasi dagang dari industri bahari.

Bagi RPE, IME merupakan bentuk komitmen dari RPE dalam menghadirkan pameran berstandar internasional untuk exhibitor serta untuk para pelaku usaha di bidang maritim.
Dengan potensi yang begitu besar, RPE berharap IME mampu menfasilitasi dan menjadi tempat bertemunya para pelaku usaha serta para stakeholder untuk memaksimalkan potensi – potensi dalam industri maritim di Indonesia.

Serangkaian agenda pertemuan dengan acara puncak konferensi maritim akan menghadirkan para pakar di industri maritim baik swasta dari dalam dan luar negeri, akademisi serta juga pemerintah sebagai regulator.

IME 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan Indonesia Transportations, Supply Chain and Logistic (ITSCL) 2019 yaitu pameran bergengsi yang fokus pada industri transportasi, supply chain, dan logistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *