*(Nomor 4 dari kanan): M Hadi Syah Fitri Noor, Dirut Rukindo di acara peresmian Mushallah Al- Ikhlas yang dibangun melalui program CSR Rukindo di Jakut, Kamis (24/1/2019).
PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), tahun 2018 membukukan laba usaha Rp 38 miliar (unaudited) dengan total pendapatan Rp269 miliar. Sementara laba setelah pajak masih dalam proses penghitungan tapi diprediksi naik dari tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan anak perusahaan PT Pelindo II ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya (2017) yang membukukan laba usaha Rp23 miliar (audited), laba setelah pajak 20,9 miliar dengan pendapatan Rp 158,2 miliar.
Demikian diungkapkan Dirut PT Rukindo M Hadi Syah Fitri Noor ditengah -tengah peresmian Mushallah Al- Ikhlas yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR ) Rukindo di Yayasan Pendidikan Bangun, Papanggo, Jakut, Kamis (24/1/2019).
Dirut Rukindo didampingi Corporate Secretary & Legal, Yasarman serta Manager Keuangan Agung Rumanianto mengatakan tahun 2019 perusahaan menargetkan laba setelah pajak Rp 32 miliar dengan pendapatan Rp 365 miliar.
Sementara target volume keruk 2019 sebesar 3,9 juta m3 dan menambah satu armada TSHD dengan kapasitas hopper 2000 sampai 4000 m3.
M Hadi Syahfitri Noor pada kesempatan tersebut menyerahkan kunci Mushallah kepada Ketua Yayasan Pendidikan Bangun, Ruberto Bangun.
Mushallah berukuran 8×7 meter dilengkapi sarana dan fasilitas penunjang seperti tempat wudhu, sound syistem, mimbar, sajadah, AC dan sejumlah Al-Quran.
Sementara Ruberto Bangun mengucapkan terima kasih kepada manajemen Rukindo yang telah membantu membangun Mushallah di Yayasan Pendidikan Bangun. Dia minta kepada Guru Agama Islam di sekolah tersebut memanfaatkan mushallah ini sesuai dengan fungsinya.

