Yukki: Digitalisasi Logistik Selalu Diawali dengan Transformasi Digital & Perubahan Business Process

Ketum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugharawan Hanafi mengatakan digitalisasi logistik selalu diawali dengan transformasi digital yaitu adanya perubahan business process yang memajukan nilai faster, better dan cheaper.

Ketiga nilai tersebut akan menciptakan operational excellence, dimana terjadi peningkatan kecepatan, kualitas dan efisiensi yang diiringi dengan penurunan biaya, tambah Yukki dalam siaran persnya, Rabu (27/2/2019)

Yukki mengungkapkan pemahaman soal digitalisasi karena Digitalisasi logistik Indonesia sudah menjadi kata-kata kekinian yang hadir dalam setiap diskusi logistik di Indonesia. Semua pemangku kepentingan dalam logistik menyatakan inilah kunci masa depan logistik Indonesia

Menurut dia, transformasi digital bukan hanya semata-mata memindahkan proses bisnis manual menjadi digital melalui penerapan system tertentu, tapi harus disertai dengan perubahan business process yang mengedepankan tiga nilai tersebut.

“Perubahan bisnis proses inilah yang seringkali menimbulkan gesekan diantara pemangku kepentingan, sebab terkadang perubahan ini terhalang ego sektoral yang tidak menginginkan adanya perubahan peran dari pihak terkait.

Optimalisasi ketiga nilai digitalisasi memerlukan keterlibatan banyak pihak atau pemangku kepentingan. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut tidak terbatas pada keterikatan terhadap suatu platform tertentu saja, melainkan diperlukan adanya integrasi dalam suatu ecosystem yang memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan.

Integrasi menjadi kata kunci dalam Industry 4.0. Semakin banyak integrasi yang dilakukan, semakin tinggi nilai tambah yang diberikan dan nilai baru yang dihasilkan.

Dalam mendukung program Pemerintah terkait peningkatan volume ekspor Indonesia, terutama ekspor usaha kecil dan menengah, serta penurunan biaya logistik Indonesia diperlukan suatu konektivitas dan integrasi logistik yang baik dengan pihak luar negeri.

Hal ini sejalan dengan ASEAN Connectivity 2025, dimana nilai utama yang dimajukan adalah seamless logistic guna menurunkan biaya logistik setiap anggota ASEAN.

Eco system logistik yang saat ini dikembangkan oleh ALFI dengan mengedepankan nilai trusted dan secure telah terintegrasi dengan ecosystem logistik di negara-negara anggota ASEAN.

Integrasi di kawasan regional merupakan value proposition yang ditawarkan ALFI kepada dunia usaha di Indonesia. Pertukaran data dalam eco system regional yang terintegrasi menciptakan efisiensi yang berdampak langsung kepada dunia usaha Indonesia.

Implementasi eco system ini dapat mempersingkat waktu pembuatan dan pengurusan dokumen dari hitungan hari menjadi hitungan jam. Otomatisasi yang menjadi warna dalam industry 4.0 juga hadir dalam ecosystem ALFI.

Pertumbuhan perdangangan digital antar negara saat ini harus didukung konektivitas dan integrasi logistik antar negara. Indonesia sebagai pemain penting dalam perekonomian regional maupun global harus aktif berinteraksi dengan dunia luar.

Interaksi digital melalui konektivitas dan integrasi eco system logistik Indonesia harus menjadi garda depan perdagangan luar negeri. Hal inilah yang selalu mendorong ALFI untuk aktif mengembangkan eco system yang dimiliki.

ALFI tidak hanya mengintegrasikan kegiatan logistik di Indonesia, tetapi juga membawa logistik Indonesia aktif berinteraksi di dunia regional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *