Gunakan Teknologi Blockchain dalam Pengiriman Kargo, COSCO Bangun Kerja Sama dengan Alibaba dan Ant

Perusahaan pelayaran China COSCO (Cosco Shipping Holdings Ltd) terus meningkatkan layanan digital dalam pengembangan usahanya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi blockchain dalam pengoperasian platform digital yang dimiliki BUMN negara tirai bambu tersebut.

 

COSCO akan bekerja sama dengan raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd. dan raksasa teknologi pembayaran e-commerce, Ant Financial Group.

 

Melalui kesepakatan yang ditandatangani pada awal minggu ini (Senin, 6 Juli, 2020), COSCO, Alibaba, dan juga Ant akan bekerja sama dalam penerapan digital platforms dengan menggunakan teknologi blockchain yang bisa mengkoneksikan antara pemilik barang (cargo owners), perusahaan pelayaran (vessel operators), pelabuhan, dan perusahaan logistik.

 

Teknologi blockchain memungkinakan semua pelaku dalam jaringan rantai pasok (supply chain) untuk bisa saling membagi informasi. Penerapan teknologi ini juga bisa memangkas sejumlah item biaya, termasuk biaya administrasi serta biaya belanja kertas untuk urusan dokumen. Di samping itu, penerapan system ini juga bisa mempercepat waktu pengiriman karena didukung oleh kecepatajn dalam pertukaran informasi.

 

“Kami harap bisa mendukung proses transformasi digital pada industri pelayaran global. Saat ini kami mulai dengan COSCO. Mudah-mudahan, ini bisa membantu aktivitas perdagangan global menjadi lebih mudah dan lebih efisien,” kata Direktur Eksekutif Ant Financial Group Eric Jing, sebagaimana dikutip Wall Street Journal.

 

Ant Financial Services merupakan platform raksasa di China yang memiliki orientasi besar dalam penerapan teknologi blockchain. Saat ini jutaan user menggunakan platform ini setiap harinya.

 

Sebenarnya, penggunaan teknologi blockchain dalam industri pelayaran bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Maersk (A.P. Moller-Maersk), sudah memperkenalkan teknologi tersebut. Pada tahun 2016, bekerja sama dengan International Business Machines Corp., perusahaan pelayaran asal Denmark ini me-launching Platform TradeLens. Bahkan sejumlah perusahaan pelayaran raksasa global yang juga menjadi competitor Maersk – termasuk MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd – sudah bergabung dalam platform tersebut.

 

Memang belum ada laporan yang pasti sejauh mana platform tersebut dimanfaatkan dalam proses perdagangan dan pengiriman barang. Sejumlah pengguna TradeLens sendiri, sebagaimana ditulis Wall Street Journal, mengakui ada kecendrungan penurunan tingkat pemanfaatan platform tersebut selama merebaknya pandemi covid-19. Hal ini disebabkan karena penurunan aktivitas perdagangan global yang cukup tajam serta penurunan tingkat kunjungan kapal pada hampir semua pelabuhan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *